Prospek Filantropi Islam pada 2022 Diprediksi Semakin Cerah
Fajar adhitya
Selasa, 11 Januari 2022 - 23:10 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Prospek dunia filantropi Islam pada 2022 diprediksi akan cerah. Peningkatan ini sejalan dengan prospek ekonomi yang lebih baik dan semakin meningkatnya kualitas layanan dan transparansi.
Dilansir Brief Outlook Ekonomi Syariah 2022 oleh Center of Reform on Economics (Core Indonesia), sejumlah indikator filantropi Islam terus mengalami pertumbuhan meski ekonomi melambat selama pandemi.
Perkembangan kegiatan filantropi di Indonesia dalam dua tahun terakhir tetap tumbuh meskipun terjadi perlambatan ekonomi akibat pandemi. Perkembangan pengumpulan zakat pada tahun 2021 diperkirakan masih tumbuh marginal, sejalan dengan belum pulihnya kondisi ekonomi nasional.
Baca Juga:Komunitas Ojol Matraman Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru Lewat BAZNAS
“Sehingga potensi zakat yang dapat dikumpulkan juga masih tumbuh marginal. Namun pada tahun mendatang pertumbuhan potensi zakat akan tumbuh lebih tinggi,” dikutip keterangan pers, Selasa (11/1/2022).
Di sisi lain, lembaga-lembaga filantropi non pemerintah yang secara khusus menghimpun dan menyalurkan ziswaf diperkirakan akan terus tumbuh. Hal itu sejalan dengan masih besarnya potensi zakat yang dapat digali.
Berdasarkan data Baznas, realisasi pengumpulan zakat pada tahun 2019 mencapai Rp10 triliun, atau 3,1 persen dari total potensinya yang mencapai Rp 327,6 triliun. Kemudian, perkembangan platform digital fundraising ataupun crowdfunding mampu memperluas dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Di samping prosesnya lebih cepat dan lebih mudah, tingkat transparansi dan akuntabilitasnya memungkinkan untuk lebih baik.
Dilansir Brief Outlook Ekonomi Syariah 2022 oleh Center of Reform on Economics (Core Indonesia), sejumlah indikator filantropi Islam terus mengalami pertumbuhan meski ekonomi melambat selama pandemi.
Perkembangan kegiatan filantropi di Indonesia dalam dua tahun terakhir tetap tumbuh meskipun terjadi perlambatan ekonomi akibat pandemi. Perkembangan pengumpulan zakat pada tahun 2021 diperkirakan masih tumbuh marginal, sejalan dengan belum pulihnya kondisi ekonomi nasional.
Baca Juga:Komunitas Ojol Matraman Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru Lewat BAZNAS
“Sehingga potensi zakat yang dapat dikumpulkan juga masih tumbuh marginal. Namun pada tahun mendatang pertumbuhan potensi zakat akan tumbuh lebih tinggi,” dikutip keterangan pers, Selasa (11/1/2022).
Di sisi lain, lembaga-lembaga filantropi non pemerintah yang secara khusus menghimpun dan menyalurkan ziswaf diperkirakan akan terus tumbuh. Hal itu sejalan dengan masih besarnya potensi zakat yang dapat digali.
Berdasarkan data Baznas, realisasi pengumpulan zakat pada tahun 2019 mencapai Rp10 triliun, atau 3,1 persen dari total potensinya yang mencapai Rp 327,6 triliun. Kemudian, perkembangan platform digital fundraising ataupun crowdfunding mampu memperluas dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Di samping prosesnya lebih cepat dan lebih mudah, tingkat transparansi dan akuntabilitasnya memungkinkan untuk lebih baik.