Langit7, Jakarta - Kinerja dan pemulihan ekonomi nasional diyakini semakin menunjukkan penguatan. Hal itu terbukti dari berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan perbaikan, seperti terjaganya stabilitas sistem keuangan, dan kondisi pandemi Covid-19 yang terkendali.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, berbagai bauran kebijakan dan sinergi antar lembaga akan terus diarahkan untuk memperkuat akselerasi pemulihan ekonomi. Termasuk melakukan perbaikan fondasi ekonomi nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga sektor keuangan.
"Ekonomi kita diharapkan dapat berjalan dalam jangka menengah-panjang tanpa mengorbankan fondasi kebijakan makro," ujarnya dalam Konferensi Pers KSSK: Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2022 dan Perkembangan Makro Ekonomi dan Sektor Keuangan Triwulan IV tahun 2021, Rabu (2/2).
Baca juga: Capai Rp2 Ribu Triliun, Kinerja APBN 2021 Lampaui TargetDalam hal ini, Bank Indonesia (BI) telah menempuh kebijakan suku bunga rendah, stabilisasi nilai tukar rupiah, dan injeksi likuiditas. Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan.
Lebih lanjut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menetapkan tingkat bunga penjaminan yang rendah dan memberikan relaksasi denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan perbankan.
"Sinergi dari kebijakan yang ada di dalam domainnya Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga ditujukan untuk menciptakan terbentuknya tingkat suku bunga di sektor jasa keuangan yang lebih efisien," jelasnya.
Baca juga: Satgas BLBI Sita Aset Texmaco Berupa 587 Bidang TanahDengan dukungan dari berbagai kebijakan elemen KSSK tersebut, lanjut dia, pemulihan ekonomi telah terjadi hampir di semua sektor dan semakin merata.
Meskipun demikian, kecepatan pemulihan dari berbagai sektor masih sangat tergantung pada jenis aktivitas usaha dan dampak dari pandemi Covid-19.
"Inilah yang disebut sebagai scaring efek. KSSK akan terus meneliti dan meneruskan langkah-langkah dalam rangka meminimalisir
scarring effect dan pada saat bersamaan memulihkan ekonomi yang lebih merata," tambahnya.
Baca juga: Riset WEF: Butuh 100 Tahun untuk Ciptakan Kesetaraan Gender(zul)