LANGIT7.ID, Pekalongan - Ratna Kencana atau yang lebih dikenal sebagai Ratu Kalinyamat, merupakan puteri Raja Demak Trenggana yang dikenal sebagai sosok pemberani.
Wafat pada 1579, sosok Ratu Kalinyamat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Bahkan, usulan itu didukung penuh oleh pemuka agama seperti Habib Luthfi.
Dukungan itu dia berikan karena terdapat nilai sejarah bangsa dari Ratu Kalinyamat, yang dapat menjadi pembelajaran bagi generasi penerus untuk menjawab tantangan umat dan bangsa.
"Sehingga, tercipta fondasi kuat sebagai upaya cinta bangsa, tanah air, serta nasionalisme. Saya sangat mendukung sekali untuk diangkat kembali Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan Indonesia,” ujar dia dalam keterangannya.
Untuk itu, Luthfi mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga sekaligus melestarikan aspek kesejarahan. Terlebih, bukti sejarah yang dimiliki, tentang kehebatan bangsa Indonesia pada abad itu dengan strategi sistem pertahanan maritimnya.
“Jadi sudah begitu hebatnya, tinggal kita mau nguri-uri sejarah sebagai contoh untuk kita semua meningkatkan handarbeni, meningkatkan nasionalisme Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menegaskan, sosok Ratu Kalinyamat bukan sekadar mitos, tapi tokoh sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan, dan layak diberikan gelar Pahlawan Nasional.
Dari hasil penemuan tim ahli yang dibentuk, mereka telah menemukan delapan sumber primer dari pusat arsip di Portugal, terkait jejak sejarah penguasa Jepara abad ke-16 itu.
“Zaman dulu ketika Portugis berkeliling dunia, mereka membawa misionaris, tugasnya adalah membuat catatan. Dokumen inilah yang menjadi laporan resmi kepada negara," jelasnya.
Dari bukti tersebut, lanjut dia, diketahui Jepara pada saat itu mampu membangun kekuatan poros maritim. Dengan menggandeng kerajaan yang ada di pesisir Indonesia, mulai dari Aceh sampai Tanah Hitu Maluku.
Lalu bersama-sama membuat pakta pertahanan dan menyerang Portugis, sehingga berhasil menghalau mereka untuk masuk ke Indonesia.
“Ini adalah sebuah pemikiran dan lompatan yang melewati zamannya,” sambungnya.
Dengan adanya sumber primer tersebut, diharapkan tidak hanya semakin memperkuat bukti sejarah perjuangan Ratu Kalinyamat, tapi juga lebih membawa wawasan jelas akan sepak terjangnya.
(jqf)