Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Olimpiade Tokyo 2020: Gelaran Pesta Olahraga Termahal dalam Sejarah

ilham anugrah Ahad, 25 Juli 2021 - 19:50 WIB
Olimpiade Tokyo 2020: Gelaran Pesta Olahraga Termahal dalam Sejarah
Petenis Jepang Naomi Osaka berpose seusai menyalakan api di kaldron saat pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional,Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Sebuah studi Oxford menyebutkan Olimpiade Tokyo 2020 merupakan gelaran pesta olahraga dunia termahal dalam sejarah. Bengkaknya biaya operasional sebetulnya sudah diperkirakan sejak tahun lalu.

Penundaan Olimpiade selama setahun diperkirakan merugikan Jepang sebesar 2,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp40,3 triliun yang dua pertiganya dibayar menggunakan dana publik. Bahkan, Dewan Audit Nasional Jepang sempat melaporkan biaya akhir penyelenggaraan Olimpiade melebihi 22 miliar dolar AS (Rp316 triliun).

Surat kabar Nikkei dan Asahi mengklaim, biaya akhir penyelenggaraan Olimpiade sebenarnya akan mencapai 28 miliar dolar AS (Rp403 triliun). Tokyo menjadi salah satu contoh tuan rumah yang harusnya belajar dari kota-kota sebelumnya terkait besarnya biaya Olimpiade.

Hamburg misalkan, saat itu berani menolak tawaran Olimpiade diadakan. Mereka mengetahui konsekuensi keuangan bisa sangat mengerikan setelah mengadakan pertandingan.

Penelitian yang dilakukan The University of Oxford pada 2016 dan situs Play The Game menunjukkan besarnya biaya operasional yang dilakukan tuan rumah Olimpiade selama bertahun-tahun. Seperti, Montreal pada 1976 yang mengalami kelebihan anggaran 720 persen dan Barcelona pada 1992 yang mengalami pembengkakan biaya hingga 266 persen.

Dalam beberapa penyelenggaraan terakhir, Olimpiade 2016 di Rio menelan biaya di bawah 14 miliar dolar AS (Rp201 triliun), sementara Olimpiade London 2012 tagihan pengeluaran gelaran di bawah 15 miliar dolar AS (Rp216 triliun). Begitu juga Olimpiade ,usim dingin 2014 di Rusia menelan biaya $21,89 miliar dolar AS (Rp315,2 triliun) atau kelebihan biaya 289 persen.

Rugi akibat ditunda

Dalam sebuah konferensi pers online, penyelenggara sempat mengatakan Olimpiade Tokyo menelan biaya 15,4 miliar dolar AS (Rp221 triliun). Nilai tersebut naik dari sebelumnya 12,6 miliar dolar AS (Rp181 triliun) dalam anggaran tahun lalu. Tambahan 2,8 miliar dolar AS (Rp40,3 triliun) sebagai biaya penundaan satu tahun.

"Pengeluaran berasal dari negosiasi ulang kontrak dan langkah-langkah untuk memerangi pandemi COVID-19," kata CEO Panitia Penyelenggara Toshiro Muto seperti dikutip AFP News.

Dia menambahkan, Pemerintah Jepang bertanggung jawab atas semua biaya kecuali 6,7 miliar dolar AS (Rp96,4 triliun) dalam anggaran operasional yang didanai swasta. Pada bulan Oktober 2020, penyelenggara mengumumkan pengurangan biaya sebesar 280 juta dollar AS (Rp4 triliun) untuk hotel dan akomodasi lain.

Meski begitu, tidak ada pemotongan pada olahraga dengan total 11.000 atlet dan puluhan ribu ofisial, juri, dan sponsor yang diharapkan hadir.

Muto mengakui adanya kenaikan biaya untuk upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade dan Paralimpiade. Penyelenggara diharapkan untuk melaporkan angka akhir minggu ini. Kantor berita Kyodo Jepang, mengutip sumber yang dekat dengan komite, melaporkan peningkatannya sekitar $33 juta

Franz Waldenberger, direktur Institut Jerman untuk Studi Jepang di Tokyo, menulis dalam sebuah makalah baru-baru ini memeriksa biaya Olimpiade. Waldenberger mencatat bahwa pemerintah kota menggunakan Olimpiade sebagai “jendela peluang untuk mendapatkan dana tambahan”.

Sempat Akan Dibatalkan

Dalam jajak pendapat telepon dari 1.200 orang yang dipublikasina beberapa bulan lali oleh NHK, 63 persen mengatakan Olimpiade harus ditunda lagi atau dibatalkan, dan 27 persen mengatakan pertandingan harus diadakan. Jajak pendapat dilakukan pada 11-13 Desember.

IOC dan penyelenggara lokal mengatakan Olimpiade akan dibatalkan jika tidak dapat diadakan kali ini. Penyelenggara lokal mencoba untuk memulihkan sebagian dari kenaikan biaya dengan membujuk lebih banyak pendapatan dari sponsor domestik. Sekitar 70 sponsor telah menyumbang rekor $3,3 miliar, didorong oleh Dentsu Inc., agen pemasaran untuk Olimpiade Tokyo. Surat kabar Nikkei melaporkan pekan lalu, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya "yang mengetahui masalah ini," bahwa 15 sponsor domestik papan atas akan menambahkan sekitar $150 juta untuk kontribusi mereka.

“Kami ingin meningkatkan pendapatan lebih dari yang diharapkan meskipun itu menantang,” kata Gakuji Ito, kepala keuangan panitia penyelenggara. Ito mengatakan pertanggungan asuransi mungkin membayar hingga $500 juta untuk membantu menutupi peningkatan biaya.

“Semua biaya yang tidak dapat ditanggung oleh panitia penyelenggara akan menjadi tanggungan Pemerintah,” kata Ito.

Tokyo Tidak Sendiri

Tokyo hanya satu dari sejumlah kota tuan rumah yang menjadi tuan rumah olimpiade.

Kota dan negara lain juga mengalami pembengkakan biaya selama pelaksanaan olimpiade yang membebani tuan rumah olimpiade.

Statista, laman penghimpun data dan survei internasional merangkum data dana olimpiade internasional sepanjang 1992 hingga 2021.

Berikut rincian biaya dari Olimpiade 1992 sampai 2021:

1. Olimpiade musim panas Tokyo, Jepang (2020/2021) dengan dana mencapai 28,0 miliar dollar AS

2. Olimpiade musim dingin Pyeongchang, Korea Selatan (2018) dengan dana mencapai 12,9 miliar dollar AS

3. Olimpiade musim panas Rio de Janeiro, Brazil (2016) dengan dana mencapai 13,7 miliar dollar AS

4. Olimpiade musim dingin Sochi, Rusia (2014) dengan dana mencapai 21,9 miliar dollar AS

5. Olimpiade musim panas London, Inggris (2012) dengan dana mencapai 15,0 miliar dollar AS

6. Olimpiade musim dingin Vancouver, Kanada (2010) dengan dana mencapai 2,5 miliar dollar AS

7. Olimpiade musim panas Beijing, China (2008) dengan dana mencapai 6,8 miliar dollar AS

8. Olimpiade musim dingin Turin, Italia (2006) dengan dana mencapai 4,4 miliar dollar AS

9. Olimpiade musim panas Athens, Yunani (2004) dengan dana mencapai 2,9 miliar dollar AS

10. Olimpiade musim dingin Salt Lake City, AS (2002) dengan dana mencapai 2,5 miliar dollar AS

11. Olimpiade musim panas Sydney, Australia (2000) dengan dana mencapai 5,0 miliar dollar AS

12. Olimpiade musim dingin Nagano, Jepang (1998) dengan dana mencapai 2,2 miliar dollar AS

13. Olimpiade musim panas Atlanta, AS (1996) dengan dana mencapai 4,2 miliar dollar AS

14. Olimpiade musim dingin Lillehammer, Norwegia (1994) dengan dana mencapai 2,2 miliar dollar AS

15. Olimpiade musim panas Barcelona, Spanyol (1992) dengan dana mencapai 9,7 miliar dollar AS.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)