LANGIT7.ID-Berolahraga di bulan puasa memang tetap bisa dilakukan. Tapi, jenis olahraga yang tepat perlu menjadi pertimbangan supaya badan fit, puasa tetap lancar.
Dosen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Unsoed Panuwun Joko Nurcahyo menjelaskan, prinsip utama olahraga saat berpuasa adalah menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Hal ini berarti olahraga harus mampu melancarkan aliran darah, melenturkan otot-otot, mengaktifkan jantung, serta meningkatkan oksigen yang terhirup untuk mendukung proses metabolisme tubuh.
"Olahraga selama bulan Ramadhan sebaiknya tetap dilakukan. Namun, waktu pelaksanaan, jenis olahraga, intensitas, dan durasi olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh selama menjalankan ibadah puasa,” kata Joko.
Olahraga yang disarankan Apa pun pilihan olahraga selama berpuasa, sebaiknya bukan jenis yang berat (high impact) tetapi cukup kategori sedang atau low impact saja agar tidak menguras seluruh tenaga yang tersisa.
Selain itu, tubuh tidak perlu kehilangan lebih banyak cairan tubuh, karena kehilangan cairan (dehidrasi) dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dalam berolahraga selama berpuasa dengan mempertimbangkan jenis olahraga yang tepat.
Beberapa jenis olahraga yang disarankan antara lain:
• Jalan sehat atau jalan cepat, yang membantu meningkatkan kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan.
• Latihan seperti yoga, pilates, dan body balance, yang memiliki intensitas rendah dan juga memberikan manfaat bagi pikiran serta jiwa.
Selain tipe olahraganya, perlu juga mempertimbangkan formula FITT (Frequency-Intensity-Time-Type):
• Frekuensi: 3-5 kali dalam seminggu.
• Intensitas: Ringan hingga Berat dengan zona aerobic( 50%-75%).
• Durasi: Sekitar 30-60 menit per sesi.
• Jenis olahraga: Pilih yang sesuai dengan kondisi tubuh dan tidak terlalu menguras energi.
Perlu diperhatikan bahwa apabila selama berolahraga muncul tanda-tanda seperti pandangan berkunang-kunang atau gejala dehidrasi, maka intensitas olahraga harus dikurangi atau segera dihentikan.
Dengan berolahraga secara teratur, kebugaran dan kesehatan tubuh tetap terjaga meskipun dalam kondisi berpuasa.
Selain itu, olahraga teratur juga dapat meningkatkan stamina, daya tahan tubuh, rasa percaya diri, serta daya ingat. Manfaat lainnya mencakup pengurangan tingkat stres, peningkatan fungsi seksual, serta memperlancar peredaran darah.
Lebih jauh, olahraga juga mendukung perkembangan pembuluh darah kecil (mikrosirkulasi) di jantung, ginjal, dan organ lainnya, sehingga dapat mengurangi risiko serangan jantung.(*)
(hbd)