Mengenal Desa Wisata Ara, Desa Penghasil Kapal Phinisi di Sulawesi Selatan
hasanah syakimAhad, 13 Februari 2022 - 23:45 WIB
Pantai Mandaria di Desa Ara (foto: instagram/ @liliksuryadi)
LANGIT7.ID, Jakarta - Desa Ara hadir di tengah masyarakat dengan menyuguhkan beragam keindahan destinasi wisata alam, kekayaan budaya, kuliner dan kearifan lokal yang dikembangkan sebagai warisan para leluhurnya.
Di tahun 2017 Desa Ara dikenal sebagai Butta Panrita Lopi (Ahli Pembuat Perahu Phinisi) yang telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan tak benda .
Keahlian dalam membuat perahu phinisi diwariskan secara turun temurun oleh leluhu, hal tersebut menjadi suatu kebanggaan di mana Perahu Phinisi telah dijadikan sebagai Armada Jembatan Penghubung di Nusantara.
Selain itu, Desa Wisata Ara yang terletak di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan ini berhasil lolos ke tahap 50 benar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Desa wisata ini juga memiliki keindahan budaya lainnya seperti para pengraji Perahu Pinisi, Seni Ukir Anjong dan Teba, Seni Tari Salonreng Ara, Assiusiri Kesenian Gong, Kelong dan lainnya.
Desa Ara salah satu desa wisata di wilayah Sulawesi Selatan yang banyak dikunjungi para wisatawan baik lokal, hingga mancanegara.
Desa Ara memiliki banyak potensi alam yang luar biasa, terlebih keindahan dari objek wisata andalan yang dimiliki desa ini yaitu sebuah Tebing Apparalang, Pantai Mandala Ria, serta Gua Passohara. Tak hanya itu, hal unik, dan menarik lainnya terdapat pada hamparan pepohonan atau hutan adat yang dipelihara secara turun-temurun tanpa ada aturan yang tertulis.
Sahabat Langit7 bisa menikmati keindahan beragam destinasi yang tersedia di kawasan Desa Wisata Ara, cukup dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp5 ribu saja wisatawan sudah bisa menikmati indahnya wisata alam Tebing Apparalang.
Tak hanya itu, Sahabat Langit7 juga bisa menikmati keindahan Pantai Mandala Ria dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp5 ribu per orang, kemudian Gua Passohara dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp5 ribu per orang.
Selain pesona keindahan wisata alam Desa Ara juga menyajikan sajian wisata budaya, dan kuliner tradisional yang khas, Sahabat Langit7 bisa menyaksikan tarian tradisional yaitu Tari Salonreng dengan biaya kurang lebih Rp 5 ribu.
Serta sajian kuliner tradisional yang khas seperti kue dumpi atau kue merah dengan cita rasa yang manis nan lezat seharga Rp20 ribu, juga tersedia ikan segar dengan harga sekitar Rp30 ribu.
Dan tak lupa, Sahabat Langit7 juga bisa membeli souvenir yang bisa dijadikan sebagai buah tangan dari kawasan wisata ini, seperti sebuah miniatur perahu phinisi yang dibanderol dengan harga Rp50 ribu.