Langit7, Lumajang - Warga penyintas erupsi Gunung Semeru hingga kini belum mendapatkan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
Ribuan warga hingga kini masih menempati pengungsian. Padahal pemerintah sudah menjanjikan akan warga korban erupsi Gunung Semeru hunian yang lebih layak.
Faiqotul Himma (21) biasa dipanggil Fafa relawan Indonesia Care kepada Langit7 mengatakan warga penyintas erupsi di Dusun Kamar Kajang dan Kampung Renteng masih berada di posko-posko hingga sekitar dua bulan lebih, kondisi tersebut membuat warga setempat belum mendapatkan tempat yang layak dan nyaman.
Baca juga: Kebut Siang Malam, Indonesia Care Bangun Huntara Semeru dalam 5 Hari"Warga penyintas erupsi seharusnya sudah menempati huntara diantara sebagian warga bahkan ada yang menyewa rumah, dan ada yang masih tinggal di rumah saudaranya," ujar Fafa kepada Langit7, Senin (14/2/2022).
Meski sudah ada huntara yang sudah selesai dibangun, namun belum dapat memenuhi kebutuhan para warga untuk keseluruhan, sebagaian huntara masih dalam proses pembangunan.
"Pembangunan huntara tersebut bukan di lahan relokasi yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah, pembangunan tersebut dilakukan di luar lahan relokasi yang sudah ditetapkan,”ujar Fafa.
Baca juga: Indonesia Care Tebar 1.000 Al-Quran dan Iqra ke PedalamanFafa menuturkan, beberapa warga bahkan memilih tetap tinggal di rumah mereka masing-masing, kendati rumah tidak dalam kondisi rusak parah tetapi bangunan tersebut berada di zona bahaya.
"Ada beberapa warga tetap bertahan tinggal di rumah yang berda di zona red, di mana kanan, kiri, depan dan belakangnya terdapat tumpukan material abu vulkanik, dan lahar dingin," kata Fafa.
Pembangunan huntara ditargetkan pemerintah setempat sebelum Ramadan tiba. Dia berharap pembangunan huntara dan huntap akan segera terselesaikan dengan tepat, sesuai janji pemerintah daerah sebelumnya.
"Terlebih saat ini akan memasuki bulan puasa ramadhan, bagaimana jadinya dengan nasib mereka yang masih belum tinggal di tempat yang aman dan layak? saya berharap semua bisa hidup dengan tentram," katanya.
Keadaan tersebut membuat dia bersama tim merasa iba dengan kondisi yang saat ini tengah dihadapi warga. Indonesia Care kemudian tergerak untuk membangun huntara di luar lahan relokasi.
"Alhamdulillah Indonesia Care hadir sedikit banyak sudah bisa mengembalikan senyum mereka, karena kebahagian mereka adalah prioritas kami," tegasnya.
(sof)