LANGIT7.ID, Malang - Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq menargetkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Batu mencapai 5 juta di tahun 2022.
Menurut Arief, di tahun 2021 daerah Batu memiliki jumlah wisatawn mencapai 3,6 juta dari target awal sekitar 2 juta wisatawan.
“Alhamdulillah tren wisata kita cukup baik, terkait dengan kondisi kunjungan wisata 2021 kami menaargetkan sekitar 2 juta, dalam laporan terdapat 3,6 juta kunjungan wisatawan,”ujarnya dalam IjenTalk melalui kanal YouTube City Guide 911 FM. Rabu, (16/02/2022).
Baca juga: Ini 5 Aktivitas Menyenangkan di Destinasi Wisata Lerep UngaranArief mengatakan kondisi ini luar biasa mengingat target awal wisatawan di angka 2 juta menjadi 3,6 juta untuk destinasi wisata, dan hotel, serta menjadi hal positif dalam segi pengembangan Kota Wisata Batu.
“Makanya di tahun 2022 ini kami menargetkan 5 juta wisatawan dari berbagai hal yang mendukung untuk pencapaian target yang dimaksud,” ujar Arief.
Arief menuturkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kampanye yang telah dilakukan secara bersama dengan para pelaku pariwisata termasuk asosiasi-asosiasi.
“Kita mengkampanyekan ayo wisata ke kota batu yang sehat, bersih, aman dan lestari. Tentunya didukung oleh kesiapan, dan persiapan tempat-tempat wisata di batu terutama hotel,” ujarnya.
Menurutnya, hampir semua dari destinasi wisata, hotel, dan tempat-tempat wisata yang ada di kota batu mempersiapkan diri dengan baik.
Apalagi protokol kesehatan dilakukan secara ketat dengan mewajibkan QR kode Pedulilindungi, kemudian sertifikasi CHSE termasuk juga sarana, dan prasarana untuk mendukung protokol kesehatan.
"Disamping itu Dinas Pariwisata melakukan monitoring, pembinaan, dan pendampingan kepada mereka agar tetap eksis, prima dalam melayani wisatawan dengan protokol kesehatan dengan baik,” tuturnya.
Baca juga: Pesona Wisata Curug Lawe Benowo yang Alami nan AsriSelain kampanye kesiapan wisatwan, Kota Batu sendiri mengalami dinamika pengembangan destinasi wisata yang kian meningkat, dan signifikan. Penambahan-penambahan objek wisata yang tidak kalah kualitasnya dengan keberadaan destinasi wisata, terutama destinasi yang ada di desa wisata.
“Kita yakin di tahun 2022 bisa mengimbangi Yogyakarta yang punya prambanan dengan central tari ramayanannya, dengan semangat itu semua sektor bersama teman-teman asosiasi-asosiasi dan pelaku industri kita kompak,” katanya.
(sof)