LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah akan menjadikan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali sebagai penghubung menuju Lombok saat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika.
Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Novie Riyanto menjelaskan pemerintah terus melakukan upaya guna kesuksesan penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang akan digelar 18-20 Maret 2022 di sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali akan disiapkan untuk menampung pesawat jika Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok tidak cukup,” ujar Novie dalam keterangan pers, Kamis (17/02/2022).
Baca juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Siap Sambut Kedatangan WismanMenurut Novie, Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali juga digunakan sebagai antisipasi jumlah penumpang yang akan memenuhi sirkuit, fasilitas tersebut disiapkan khusus dengan perkiraan jumlah penumpang hingga 65 ribu penonton.
“Fasilitas melalui bandar udara sebelahnya, yaitu di Bali yang kita siapkan khusus mengantisipasi penumpang yang akan memenuhi sirkuit dengan perkiraan mencapai 60 hingga 65 ribu,” ungkapnya.
Menurutnya, Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki cukup banyak stand apron, 46 di utara dan 16 di selatan. Juga memiliki pelayanan yang cukup besar dimana sanggup menampung sekitar 3.700 penumpang dometik, dan 13.000 penumpang internasional.
Selain itu, akan disiapkan juga di Bandara Soekarno Hatta karena diperkirakan akan melewati Jakarta bagi kru dan
official yang akan hadir secara langsung di Lombok yang diperkirakan sebanyak 2.700 official dengan penerbangannya kemungkinan langsung dari Asia dan Erofa.
“Jadi selain itu Bandara Soekarno Hatta Jakarta juga kita siapkan mengingat ada indikasi turut dilewati para rombongan dari tim pembalap, dan official yang berasal dari Asia dan Eropa,” ungkapnya.
Menurut Novie, terkait konektivitas dengan bandara domestik pihaknya sudah mempersiapkan hal tersebut terkoneksi dengan baik saat event.
“Saat ini terdapat Bandara lain yang terhubung langsung dengan Lombok selain Jakarta dan Bali, juga Surabaya, Bima, Makassar, Sumbawa, Yogyakarta, dan Labuan Bajo,” ungkapnya.
Baca juga: Singapore Airlines Menjadi Maskapai Asing Pertama Menuju BaliSelain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan operator penerbangan untuk membuat air shuttle dari Bali ke Lombok apabila dibutuhkan.
“Mudah-mudahan memberikan solusi terhadap keterbatasan jumlah penginapan di ombok, kita bisa dukung dari Bali, Surabaya, dan Jakarta,” tuturnya.
Novie mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan rute khusus penerbangan dengan mendesain banyak helikopter dari kepolisian, EO, dan Help center untuk mengantisipasi terjadinya insiden ketika balapan sebagai upaya penanganan cepat bagi koran.
“Kita siapkan rute penerbangan apabila terjadi kecelakaan agar dilaksanakan secara cepat, dan efisien dari titik lokasi ke rumah sakit terdekat. Jika berat langsung di bawa ke Bali,” tutupnya.
(sof)