LANGIT7.ID, Jakarta - Terowongan Philip yang berada di jalur mati Banjar-Cijulang memiliki panjang 281 meter. Tadinya fasilitas ini menjadi salah satu akses kereta api.
Lokasinya berada di Desa Binangun, tepatnya searah dengan petak Stasiun Banjar dan Stasiun Kecil Batulawang. Bangunan ini diresmikan sebagai
cagar budaya, aset PT KAI.
Terowongan Philip dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda pada 1913 - 1914. Ada beberapa versi nama lokal untuk tempat ini, di antaranya Terowongan Sentiong, karena dekat dengan perkaman China di wilayah tersebut.
Baca Juga: Wisata di Curug Parigi Bekasi, Ini Rute dari JakartaSayangnya fasilitas ini tidak dilanjutkan menjadi jalur kereta, pun lokasi wisata. Bangunan yang berdiri kokoh itu malah mangkrak. Jalur setapak ke arah tempat tersebut dipenuhi ilalang dan pepohonan, sehingga menimbulkan kesan horor.
Mitos warga setempat, bangunan ini berdiri berkat sistem kerja rodi atau kerja paksa warga pribumi di masa itu. Mereka yang meninggal dunia akibat kelelahan, jasadnya tidak dimakamkan secara layak, melainkan dijadikan campuran pasir dan semen untuk material bangunan.
Bangunan bersejarah yang tak terawat ini pun dikenal angker oleh warga Batulawang. Tidak sedikit YouTuber yang melakukan explore di tempat tersebut, salah satunya Channel
Bucin TV.
Baca Juga: Sejuknya Wisata Kawah Telaga Bodas, Potensi Alam di Kaki Gunung GalunggungYouTuber bernama Khadafi Tuasamu mengatakan, warga sekitar menuturkan bahwa setiap tengah malam, kerap terdengar suara langkah kaki mirip pasukan tentara.
"Gue juga denger suara klakson kereta. Padahal ini enggak dibangun jalur kereta," katanya dalam unggahan video YouTube-nya dikutip Senin (21/2/2022).
(bal)