LANGIT7.ID, Jakarta - Yuta Watanabe, nama ini kian diperbincangkan di kalangan pecinta bulu tangkis. ia menjadi pemain elit di level dunia pada usia muda, 22 tahun.
Berdasar data dari 360badminton, Yuta menduduki peringkat 6 dunia di ganda pria dan nomor 3 dunia di ganda campuran.
Ia berambisi menjadi yang terbaik. Tak berlebihan bagi atlet yang pernah menyabet dua gelar ganda sekaligus dalam kompetisi bergengsi All England.
Bersama Hiroyuki Endo, ia adalah sedikit pasangan yang dibilang konsisten menaklukkan duet "Minions" (Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon). Yuta Watanabe juga menjadi salah satu pemain di jajaran elit ganda campuran dengan partnernya, Arisa Higashino.
Watanabe memperlihatkan potensinya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia saat itu mulai memenangi beberapa kejuaraan nasional.
Pada 2014, ia dipilih bergabung dengan tim junior Jepang untuk mewakili Kejuaraan Asia Junior. Watanabe berhasil meraih medali perunggu di nomor beregu campuran.
Tak lama kemudian, pria kelahiran 13 Juni 1997 itu menjuarai turnamen senior pertamanya di ajang Vietnam International Challenge.
"Saya mulai bermain ketika berusia tujuh tahun karena kedua orang tua atlet bulu tangkis dan baseball, jadi saya ingin mencoba keduanya," tutur Watanabe seperti dilansir
360Badminton."Ternyata bulu tangkis saya lebih baik, jadi saya putuskan fokus di situ," imbuhnya.
Ia mengaku tak cukup menonjol ketika di sekolah dasar hingga sekolah menengah. "Tapi saya menjadi No. 1 di seluruh Jepang saat kelas satu di SMA. Perasaan yang sangat berkesan, menjadi nomor satu, dan saya ingin terus menjadi terbaik, lalu saya terjun ke profesional,".
Ia menyadari ukuran tubuhnya yang mungil cukup menyulitkan untuk bertahan di nomor tunggal. "Saya tak bisa menjangkau seluruh lapangan seorang diri. Itulah mengapa saya butuh partner untuk bekerja dan berpikir taktik bersama," ungkapnya.
Tentang Arisa HigashinoPartner ganda campuran saya, Arisa Higashino dulu satu sekolah di SMA tapi dia setahun di atas. Kami benar-benar kawan baik dan saya bisa mengobrol apapun dengannya. Tak ada hal yang tidak kusukai tentangnya. Dia sempurna."
Tentang Hiroyuki EndoSaya banyak menghabiskan waktu bersama Hiroyuki Endo. Saya sering jalan bersamanya dan keluarga kami sangat dekat. Kami bahkan pergi ke kebun binatang bersama. Dia sama sekali tak membuatku merasa jauh lebih muda darinya.
Saya jelek soal urusan bangun pagi, tapi Endo tidak. Karena kami partner, maka kami tidur sekamar dan ketika ia bangun, dalam 10 detik ia sudah siap untuk sarapan. Kalau saya butuh 30 detik. "
Tentang Mengalahkan Pasangan No.1 DuniaMenang lawan pasangan No.1 dari Indonesia sungguh pengalaman berharga dan membuat kami percaya diri.
Tentang Park Joo BongSaya sering bermain dengan Pelatih Park dan itu membuat saya menyadari bahwa ia adalah pemain yang nyaris tak pernah membuat kesalahan.
Kadang saya bertanya-tanya bagaimana ia bisa bersih tak membuat kesalahan dan saya menyadari ia menguasai teknik mengagumkan. Penting buat saya untuk belajar lewat menonton permainan.
(arp)