LANGIT7.ID, Yogyakarta -
Kendaraan listrik karya Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) siap melayani transportasi di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Mobil listrik bernama Gadjah Mada Airport Transporter electric (GATe) ini sudah diproduksi sebanyak 7 unit dan diserahkan ke PT Angkasa Pura I, sebanyak satu unit.
"Rencananya ada tujuh unit, tapi sementara satu unit dulu yang sudah selesai dan secara simbolis kami serahkan penggunaan di
Bandara YIA," kata Ketua Tim Pengembang GATe, M Arif Wibisono, Ahad (6/3/2022).
Baca Juga: Pemerintah Serius Mulai Pengembangan Kendaraan ListrikGATe yang dikembangkan mulai tahun 2019 itu, didesain sebagai kendaraan bandara berkecepatan rendah di bawah 25 kilometer per jam. Dengan kapasitas 4-6 orang.
Mobil ini ini menggunakan baterai lithium yang bisa menempuh jarak hingga 70 km setelah diisi daya selama 6-7 jam. Tim peneliti menggunakan komponen lokal dalam perakitannya.
"Sebenarnya hampir semua bisa kita produksi sendiri tapi masih dalam skala prototipe, sehingga butuh proses lagi untuk mencapai keandalan untuk dipakai konsumen. Saat ini sudah sekitar 50-60 persen," kata Arif.
Prototipe GATe sendiri telah diuji di beberapa lokasi, di antaranya di lingkungan kampus UGM, Bandara YIA, dan Candi Borobudur, dengan berbagai pengukuran performa yang dibutuhkan.
"Sekarang kita masuk ke tahun ketiga untuk finalisasi, jadi ini sudah cukup matang. Tinggal beberapa perbaikan nantinya sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen seperti apa," katanya.
(bal)