LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia serius untuk mulai mengembangkan ekosistem
kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Targetnya 2025 nanti 25 persen kendaraan berbasis baterai.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembangunan ekosistem kendaraan listrik ini dilakukan bersama BUMN dan swasta.
"Indonesia siap memasuki era kendaraan listrik. Apalagi hal itu juga menjadi isu prioritas yang dibawa pemerintah dalam G20 Summit," kata Agus Gumiwang belum lama ini.
Baca Juga: Transisi Energi, Pemerintah Konversi Kendaraan BBM ke ListrikPeta jalan industri otomotif nasional, kata dia, ditetapkan nanti 20 persen kendaraan sudah berbasis baterai listrik pada 2025 mendatang.
Dengan dukungan industri otomotif yang terus melakukan efisiensi untuk jenis teknologi Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid, dan Plug-in Hybrid.
"Teknologi fuel cell berbasis hidrogen juga menjadi upaya menuju produksi industri kendaraan ramah lingkungan," ujarnya.
Pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik, industri otomotif dalam negeri, ditargetkan memproduksi mobil listrik dan bis listrik sebanyak 600 ribu unit pada 2030 mendatang.
Kondisi ini tentunya dinilai akan dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 3 juta barrel dan menurunkan emisi CO2 sebanyak 1,4 juta ton.
"Upaya strategis ini diharapkan pula dapat mendukung pemenuhan komitmen pemerintah Indonesia terkait pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030, dan di tahun 2060 masuk ke emisi nol atau net zero carbon," ujarnya.
(bal)