LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah menargetkan langkah besar dalam kemandirian energi nasional dengan menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa tahun ke depan. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menjalankan program elektrifikasi besar-besaran sebagai fondasi menuju swasembada energi.
Dalam arah kebijakan tersebut, pemerintah akan membangun kapasitas listrik hingga 100 gigawatt dalam waktu singkat. Program ini diyakini menjadi kunci utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menekan impor BBM yang selama ini masih tinggi.
“Ditargetkan 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun. Nantinya tidak boleh ada lagi pembangkit listrik yang menggunakan diesel atau solar," Ujar Presiden Prabowo dalam live Youtube Sekretariat Presiden bertema Peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik, Kamis (9/4/2026).
Langkah konkret lainnya adalah penghentian operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Sebanyak 13 unit PLTD milik PLN direncanakan akan ditutup sebagai bagian dari transisi energi menuju sumber yang lebih bersih dan efisien.
Dampaknya tidak kecil. Penutupan PLTD tersebut diproyeksikan mampu menghemat konsumsi minyak dalam jumlah signifikan.
“Dari penutupan ini, kita dapat menghemat sekitar 200 ribu barel per hari. Saat ini kita masih mengimpor sekitar 1 juta barel per hari. Dengan penutupan PLTD, kita langsung bisa menghemat sekitar 20 persen.”
Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari. Dengan kombinasi penutupan PLTD dan tambahan kapasitas listrik dari program 100 gigawatt, penghematan diperkirakan akan semakin besar dalam waktu dekat.
Pemerintah bahkan optimistis dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, Indonesia tidak lagi perlu mengimpor BBM. Target ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat kedaulatan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Selain efisiensi, kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat pergeseran menuju energi bersih. Elektrifikasi di berbagai sektor akan terus didorong agar penggunaan BBM berbasis fosil dapat ditekan secara bertahap.
Dengan sumber daya energi yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk berdiri mandiri. Pemerintah pun menekankan pentingnya konsistensi dan keseriusan dalam menjalankan transformasi ini agar target besar tersebut benar-benar tercapai.
(lam)