Oleh: Anwar AbbasLANGIT7.ID-Terbongkarnya beberapa kasus korupsi di negeri ini akhir-akhir ini, seperti yang dilakukan Wakil Menteri Imigrasi dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta bawahannya, benar-benar membuat kita terperangah.
Bagaimana tidak? Presiden Prabowo sudah berkali-kali menyampaikan janji dan tekadnya untuk memberantas praktik korupsi secara sungguh-sungguh. Bahkan, Prabowo menyatakan akan mengejar para pelaku korupsi walaupun harus sampai ke Antartika dan Gurun Sahara.
Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa para pembantunya sendiri yang telah berjanji kepadanya untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya masih berani melakukan tindakan tercela tersebut?
Mengapa hal itu bisa terjadi?Jawabannya karena sudah tidak ada yang mereka takuti. Meminjam istilah Prof. Dr. Salim Said, "Jangankan kepada Prabowo, kepada Tuhan pun mereka sudah tidak takut."
Hal itu terbukti dari kenyataan bahwa apa yang secara jelas dilarang oleh Tuhan masih saja terus mereka langgar dan kerjakan. Ini menjadi pertanda bahwa di kalangan para pemimpin dan pejabat kita, tingkat keimanan dan kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan sila pertama Pancasila, sudah sangat tipis, bahkan mungkin sudah tidak ada lagi sama sekali.
Jika demikian halnya, maka untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, sudah saatnyalah mereka yang melakukan korupsi dihukum mati agar dapat melahirkan rasa takut bagi yang lain untuk tidak melakukan perbuatan serupa.
Jika kita tidak pernah berani menerapkan hukuman mati, maka yang akan terjadi adalah seperti yang kita lihat hari ini, yakni praktik korupsi yang semakin menjadi-jadi.
(Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas)(lam)