Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7.ID-Melihat perlakuan satpol PP terhadap para pedagang kecil yang terjadi di berbagai tempat di negeri ini benar-benar telah membuat hati ini sedih dan miris.
Kita tidak tega melihat bagaimana para pedagang kecil ditendang dan dipukuli serta gerobak dan barang dagangan mereka dihancurkan sehingga si pemilik gerobak dan barang dagangan menangis, menjerit-jerit. Mereka menangis dan menjerit bukan hanya karena gerobak dan barang dagangan mereka telah hancur tapi juga karena mereka kehilangan asa. Sebab mereka tidak lagi tahu dengan apa isteri dan anak-anak mereka akan mereka kasih makan karena akibat dari ulah satpol PP mereka kehilangan modal dan pendapatan.
Tapi hal itu bagi satpol PP tampaknya tidak menjadi perhatian dan pertimbangan. Bagi mereka yang penting bagaimana tempat yang ditempati para pedagang kecil tersebut bersih dari pedagang kaki lima (PKL).
Kita tidak anti terhadap penertiban lingkungan oleh pihak pemerintah. Tetapi cara-cara yang ditempuh oleh pihak satpol PP tersebut tampak benar-benar tidak manusiawi padahal kita sudah merdeka 81 tahun. Kita heran mengapa para aparat yang digaji dari uang rakyat tersebut, tega berlaku sekasar dan sekejam itu kepada rakyat kecil . Kenapa mereka sampai hati memukul dan menendang para pedagang serta menghancurkan gerobak dan barang dagangan dari para pedagang kecil tersebut. Dan yang tidak kalah mengenaskan para satpol pp tersebut memakan barang makanan yang mereka sita tersebut di kantor mereka secara bersama-sama. Bahkan ada yang membawa pulang barang dagangan dari PKL yang mereka grebek dan tertibkan tersebut untuk mereka makan dan pakai bersama isteri dan anak-anaknya. Menyedihkan dan mengenaskan sekali.
Kita menyadari dan memahami ada PKL yang melanggar Perda atau memakai trotoar/bahu jalan untuk berdagang sehingga mengganggu pejalan kaki dan membuat lalu lintas menjadi macet. Tetapi meskipun demikian cara dan langkah-langkah yang harus diambil oleh satpol pp tetap haruslah bersifat manusiawi.
Hindari, jangan sampai mempergunakan kekerasan fisik terhadap para pedagang dan juga jangan sampai gerobak dan barang dagangan mereka dirusak atau disita tanpa bisa mereka ambil kembali karena mereka adalah juga rakyat dari negara yang sama-sama kita cintai.
Kita tahu tugas negara seperti yang diamanatkan dalam konstitusi adalah melindungi rakyat dan mensejahterakan mereka, dan tindakan dari satpol pp tersebut jelas sangat jauh dari apa yang dimaksudkan oleh amanat konstitusi. Untuk itu kita berharap kepada pihak pemerintah agar dapat menertibkan para satpol pp yang ada agar dalam melaksanakan tugas mereka bisa bersikap lebih arif dan lebih manusiawi.
Kita tidak mau ada anak-anak bangsa di negeri ini yang ingin mencari kehidupan ditindas dan tertindas serta kesejahteraan mereka terganggu karena kehilangan mata pencaharian disebabkan barang dagangan mereka sudah tidak lagi ada dan modal yang akan mereka pergunakan untuk memulai lagi usaha yang baru juga tidak punya karena sudah dirusak dan diambil oleh para aparat.
Hal seperti ini, jelas tidak bisa kita terima dan tolerir karena jelas-jelas sangat tidak manusiawi. Apalagi kita sudah merdeka 81 tahun semestinya masyarakat sudah bisa hidup dengan aman dan tidak lagi memiliki rasa takut karena kompeni sudah pergi tetapi ternyata kompeni baru yang bernama satpol pp lebih galak lagi dari kompeni yang dahulu kita usir. Kasihan kita dengan rakyat miskin yang mau bekerja mengais rezeki tapi diusir dan diperlakukan oleh satpol pp dengan cara-cara yang sangat jauh dari nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan.
Persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat dan keadilan sosial. Jadi apa yang mereka lakukan tidak lagi mencerminkan bahwa mereka adalah insan dan aparat yang pancasilais bahkan apa yang mereka lakukan terhadap rakyat kecil itu mungkin lebih buruk dan lebih jahat dari apa yang dilakukan dahulu oleh para kolonialis. (Anwar abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan).
(lam)