LANGIT7.ID-Jakarta; Optimisme kebangkitan industri nasional kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut Indonesia kini telah memasuki fase penting dalam pengembangan teknologi yang langsung diolah menjadi industri, khususnya di sektor kendaraan listrik.
Menurutnya, arah pembangunan nasional harus bertumpu pada kemandirian di sektor strategis seperti pangan dan energi. Dalam konteks itulah, industrialisasi kendaraan listrik menjadi bagian dari lompatan besar Indonesia agar tidak terus bergantung pada energi fosil.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sudah memiliki kemampuan nyata dalam memproduksi kendaraan listrik, terutama untuk kebutuhan transportasi publik dan logistik.
“Hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga. Kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting,” Ujar Presiden Prabowo dalam live Youtube Sekretariat Presiden bertema Peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Prabowo Targetkan RI Stop Impor BBM 2-3 Tahun, Tutup 13 PLTD dan Hemat 200 Ribu Barel per HariKemampuan produksi tersebut bahkan terus meningkat. Ia mengungkapkan kapasitas produksi bus listrik dalam negeri bisa mencapai 10.000 unit, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang saat ini sudah sekitar 40 persen dan ditargetkan naik menjadi 60 persen dalam dua tahun, lalu 80 persen pada tahap berikutnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan dengan menargetkan produksi massal mobil sedan listrik pada 2028. Ini menjadi bagian dari strategi besar membangun industri otomotif nasional berbasis energi bersih.
Selain memperkuat industri, pemerintah juga mendorong penggunaan produk dalam negeri. Prabowo secara tegas meminta pemerintah daerah hingga institusi negara untuk mulai beralih menggunakan bus dan truk listrik produksi Indonesia.
Ia juga menyinggung potensi besar energi nasional, termasuk pemanfaatan kelapa sawit hingga limbah minyak jelantah yang dapat diolah menjadi bahan bakar seperti avtur. Dalam waktu dekat, pusat-pusat pengolahan atau refinery akan dibangun untuk mendukung hal tersebut.
Di tengah paparan data dan capaian tersebut, Prabowo sekaligus merespons narasi pesimisme terhadap masa depan Indonesia. Ia menilai anggapan bahwa Indonesia dalam kondisi gelap tidak sesuai dengan realitas yang sedang dibangun saat ini.
“Yang mengatakan tidak cerah, yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya yang kurang bagus, matanya dan hatinya. Kalau hatinya tidak tulus, matanya burem,” ujar dia.
Menurutnya, Indonesia justru berada dalam momentum kebangkitan, dengan kekuatan sumber daya dan arah kebijakan yang semakin jelas menuju kemandirian.
Ia pun menegaskan bahwa berbagai terobosan akan terus dilanjutkan, termasuk pengembangan teknologi pengolahan sampah yang digarap oleh anak bangsa dengan biaya yang efisien.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap akan lahir perusahaan-perusahaan nasional yang mampu menjadi “champion” di tingkat global, sejajar dengan merek besar dari negara lain.
Narasi kebangkitan ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mulai bergerak sebagai produsen industri berbasis teknologi yang siap bersaing di dunia.
(lam)