LANGIT7.ID, Jakarta - Lentera Bumi Nusantara merupakan karya bakti Ricky Elson bersama segelintir anak muda di Ciheras, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ricky berangkat dari 3 permasalahan besar yang tengah dihadapi umat manusia saat ini yakni ketersediaan air bersih, masalah pangan, dan masalah energi.
“Ini menjadi latar belakang kuat bagi saya ingin berbuat sesuatu bagi Indonesia. Dengan harapan saya bisa ikut andil dalam memperjuangkan kedaulatan energi di Indonesia,” kata Ricky dalam sebuah video yang dibagikan Imago komunika, melalui kanal
YouTube, dikutip Senin (7/3/2022).
LBN awalnya bernama Lentera Angin Nusantara (LAN), didirikan pada 2012 silam dan telah melakukan kegiatan-kegiatan yang berfokus pada 3 hal. Pertama, penelitian dan pengembangan teknologi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, khususnya energi angin, yang terutama ditujukan untuk daerah tak berlistrik di pelosok nusantara.
Baca juga: Kolaborasi Relawan Gelar Aksi Medis dan Distribusi Logistik bagi Korban Bencana PandeglangKedua, transfer teknologi pada akademisi muda dari berbagai universitas di seluruh Indonesia melalui program kuliah praktek mahasiswa. Ketiga, pengenalan sejak dini tentang pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan seperti angin dan surya pada siswa SD, SMP, dan SMA.
Salah satu karya nyata Ricky melalui LBN adalah kincir angin sebagai pembagkit tenaga listrik. Melalui kincir itu, ia ingin mengurangi ketergantungan masyarakat pada energi fosil lalu memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.
“Kita melakukan pemasangan kincir angin mulai 2013 ke 2014, sosialisasi, dan berbagai jalan perjuangan gang kita lakukan bersama-sama. Alhamdulillah, kincir angin yang kita pasang di Pulau Sumba berjalan dengan baik,” kata Ricky.
Dalam perjalanan perkembangan LBN, Ricky melihat begitu banyak potensi hasil bumi masyarakat di sekitar Ciheras. Namun, hasil bumi itu bermasalah dalam hal nilai jual.
Baca juga: Tumbuhkan Wirausaha Masjid, Isyef Sulap Menara Jadi Kedai KopiItu merupakan permasalahan mendesak yang selama ini terabaikan. Melihat itu, Ricky mengaku tak hanya berkewajiban mengajak generasi muda untuk mengejar kemajuan teknologi saja. Namun, LBN ingin mengajak anak muda membuka mata dan membenahi permasalahan masyarakat sekitar.
Pada 2015, LBN yang bertransformasi menjadi Lentera Bumi Nusantara mulai mencari solusi untuk masalah hasil bumi masyarakat. Upaya-upaya itu difokuskan pada komoditas jahe, kapulaga, dan kelapa. Mereka juga terjun ke bidang peternakan domba dan ikan.
Setelah melakukan riset pasar dan teknologi yang dibutuhkan, sejak 2017, komunitas itu memulai upaya untuk membantu masyarakat sekitar. Di antaranya membantu peternak domba dan sapi serta membantu meningkatkan nilai hasil bumi seperti kelapa, kelor, dan madu melalui pengolahan komoditas tersebut.
Dengan memanfaatkan teknologi, tak hanya masyarakat yang mendapat keuntungan. Namun, komunitas itu juga mendapatkan keuntungan yang bisa digunakan untuk biaya Riset dan Pengembangan Teknologi.
Baca juga: Kemendikbudristek dan EcoNusa Akan Bangkitkan Lagi Sekolah Adat di PapuaHingga saat ini, Ricky sudah mampu mengajak lebih banyak generasi muda melalui program belajar di Ciheras University. Komunitas belajar itu dimaksudkan agar bisa sama-sama belajar menyelesaikan berbagai masalah di tengah masyarakat dengan sentuhan teknologi yang tepat dan bermanfaat.
(jqf)