LANGIT7.ID, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sejak 2015 lalu mengeluarkan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejatera). Program ini memberikan layanan khusus bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, baik yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha.
Direktur Pembangunan dan Perencanaan PT PNM, Sunarbasuki mengatakan, PNM merupakan 100 persen milik pemerintah. Di mana PNM sendiri merupakan BUMN yang mengemban tugas khusus memberdayakan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK).
“Pemberdayaan ini melalui jasa pembiayaan dan jasa manajemen, sebagai bagian dari penerapan strategi pemerintah untuk memajukan UMKMK. Artinya, kami melakukan pendampingan agar pelaku usaha mengalami perkembangan dalam usahanya,” ujar Sunarbasuki di Webinar Memperkokoh Peran Koperasi dan UMKM sebagai Sokoguru dan Pondasi Perekonomian di Masa Pandemi, Selasa (27/7).
Lebih lanjut, selain Mekaar, PNM juga memberikan layanan pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil dengan pembiayaan langsung bagi perorangan dan badan usaha melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). PNM ULaMM lebih menekankan kepada pengembangan kapasitas usaha.
“Artinya kita memberikan pendampingan melalui Mekaar, setelah bisa dikatakan mandiri pelaku usaha nantinya bisa mengikut layanan pembiayaan kami melalui ULaMM ini,” katanya.
Sunar mengatakan, PNM terus memberdayakan masyarakat pra-sejahtera mendorong usahanya untuk naik kelas atau berkembang. Sehingga menjadi usaha yang mandiri dengan menyediakan berbagai produk pilihan.
“Kita katakan Mekaar adalah untuk mereka yang baru akan memulai sebuah usaha yang lebih kecil dari mikro atau kita sebut ultra mikro. Dalam perkembangannya nanti Mekaar akan di dampingi oleh instruktur yang mayoritas milenial. Sehingga nantinya akan memiliki pengetahuan dan mental sebagai seorang pengusaha,” jelasnya.
Hingga kini, PNM sudah memiliki sekitar 9,8 juta nasabah dengan 45.479 tenaga pendamping lapangan. Nasabah yang terdiri dari mayoritas pedagang dan pelaku usaha kecil ini nantinya akan diberikan pendampingan mulai dari mental usaha, soft skill, hard skill, pengembangan usaha, dan jejaring usaha.
(zul)