LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menilai daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang kaya dan potensial.
Untuk itu, Sandiaga mendorong agar investor turut berinvestasi dalam upaya pengembangan sektor pariwsata dan ekonomi kreatif di daerat tersebut.
“Upaya pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membangkitkan perekonomian dan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya,” ujar Sandiaga dalam “Forum Ekonomi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dikutip Senin (13/3/2022).
Baca juga: Pasar Tradisional Papringan jadi Destinasi Wisata BerkualitasMenurutnya, kedua kawasan tersebut mencakup salah satu dari lima destinasi super prioritas, seperti Borobudur yang secara otoritatif dan koordinatif akan menjadi peluang dalam berinvestasi.
“Apalagi ada beberapa event dunia seperti (KTT) G-20 yang menjadi peluang buat teman-teman dunia usaha dan event organizer, karena pandemi sudah mulai melandai," kata Sandiaga.
Sandiaga menuturkan, di penghujung krisis menjadi waktu yang tepat bagi para investor untuk berinvestasi sehingga berbagai peluang usaha dan perekonomian kembali terbuka.
Baca juga: Desa Wisata di Indonesia Didorong jadi Destinasi Pariwisata Berkualitas"Jadi saya minta momentum ini dijaga, dan juga pertemuan ini akan kita lakukan secara berkala. Bisa dievaluasi dalam kurun waktu enam bulan sekali dengan tujuan kita bisa memastikan investasi-investasi ini bisa segera masuk," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga meluncurkan digitalisasi rantai pasok UMKM dan hotel di lima destinasi super prioritas yang merupakan hasil kolaborasi Kemenparekraf dengan sejumlah stakeholder terkait seperti PT Telkom, PT Pertamina, dan Teman Parekraf Nasional (TePaNas). Dengan harapan hal ini bisa mengakselerasi digitalisasi pelaku UMKM dan perhotelan di kelima DSP.
"Sebagai tahap awal, digitalisasi rantai pasok UMKM dan Hotel dilakukan di Nusa Tenggara Barat dengan 19 hotel yang telah terintegrasi. Untuk tahap selanjutnya akan dilakukan di DPSP Borobudur, Danau Toba, Laboan Bajo, dan Likupang," kata Sandiaga.
(sof)