LANGIT7.ID, Temanggung - Kehadiran Pasar Papringan sebagai pasar tradisional dinilai mampu menjadi destinasi wisata berkualitas dan berkelanjutan guna mendukung tatanan baru pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan Pasar Papringan merupakan pasar tradisonal yang berlokasi tepat di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pasar ini buka pada Minggu Wage dan Minggu Pon mulai pukul 06.00 sampai 12.00 WIB di setiap bulannya.
“Saya mengapresiasi Pak Singgih selaku pendiri atau penggagas Pasar Papringan yang telah menghadirkan destinasi wisata yang memiliki keunikan. Menurut saya ini jadi inovasi sebagai tatanan ekonomi baru,” ujar Sandiaga dalam rilis yang diterima Langit7 dikutip Senin (14/3/2022).
Baca juga: Desa Wisata di Indonesia Didorong jadi Destinasi Pariwisata BerkualitasPasar Papringan merupakan destinasi wisata yang bermula dari sebuah kebun bambu gelap, sehingga dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Menurut Sandiaga, Pasar tersebut terbilang unik karena pasar digelar di bawah rerimbunan rumpun bambu.
“Hal unik, alat tukarnya menggunakan uang keping bambu dan hanya menjual produk kuliner khas daerah serta ragam produk souvenir dengan bahan utama bambu,” ungkapnya.
![Pasar Tradisional Papringan jadi Destinasi Wisata Penggerak Ekonomi]()
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Pasar Papringan, Temanggung (foto: instagram/ pasarpapringan)
Sandiaga mengatakan, Temanggung merupakan salah satu daerah penyangga Borobudur yang merupakan Destinasi Super Prioritas. Sehingga diharapkan dapat menghadirkan destinasi wisata baru dan ragam event.
Baca juga: Wisata Air di Desa Sendang Pacitan, Spot Seru Bareng Keluarga“Temanggung ini saya harapkan jadi daerah destinasi wisata yang bisa menghadirkan event-event dalam pendukungan bangkitnya perekonomian, karena Temanggung ini salah satu daerah penyangga Destinasi Super Prioritas, yaitu Borobudur,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, menyampaikan pihaknya akan terus mengembangkan destinasi wisata di Temanggung berbasis desa wisata.
“Model pengembangan seperti desa wisata akan kita kembangkan. Sehingga kunjungan akan semakin banyak. Dan diharapkan wisatawan dari Borobudur bisa berkunjung ke Temanggung,” kata Al Khadziq.
(sof)