LANGIT7.ID, Jakarta - Sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakaan akan terjadi hujan deras dengan disertai pertir.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah daerah di Indonesia yang perpotensi huna lebat yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.
Kemudian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.
Baca juga:
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah 17-19 MaretSementara wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah DKI Jakarta.
BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai gelombang tinggi 2,5-4 meter di Samudera Hindia Barat Bengkulu, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai.
Masyarakat dan bidang pelayaran juga diimbau untuk memperhatikan peringatan gelombang tinggi 4-6 meter di Samudera Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai.
Peringatan gelombang tinggi tersebut berlaku dari Kamis (17/3) pukul 07.00 WIB sampai Jumat (18/3) pukul 07.00 WIB.
Baca juga: BMKG Imbau Warga Waspadai Hujan Petir di JakartaSebelumnya, (BMKG) mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem pada 17-19 Maret 2022.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan dalam informasi prospek cuaca disebutkan bahwa berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, diidentifikasi adanya sirkulasi di sebelah barat daya Pulau Jawa dan sekitar Pulau Kalimantan.
"Dari daya ini menyebabkan adanya belokan angin dan pola konvergensi di wilayah Jawa Tengah, serta anomali suhu muka laut di Samudra Hindia selatan Jawa dan Laut Jawa yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah," jelas Teguh Wardoyo dalam keterangan tertulis, Rabu (16/3/2022).
(sof)