Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

3 Tahun Lagi, Kendaraan Listrik Ramai Mengaspal di Jalan Raya

mahmuda attar hussein Jum'at, 18 Maret 2022 - 06:45 WIB
3 Tahun Lagi, Kendaraan Listrik Ramai Mengaspal di Jalan Raya
Ilustrasi mobil listrik saat pengisian daya. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah menargetkan 3 tahun mendatang kendaraan listrik bakal ramai mengaspal di jalan raya. Sebab Indonesia diyakini dapat menjadi produsennya.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengaku optimistis Indonesia dapat menjadi produsen kendaraan dengan emisi rendah karbon dan ramah lingkungan.

"Sehingga diperlukan langkah akselerasi membangun ekosistemnya yang kuat dan terintegrasi,” kata Agus di Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga: Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Operasikan 5 SPKLU di Palu

Saat ini, pemerintah tengah berfokus dalam pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui peningkatan investasi untuk memperkuat struktur manufaktur dalam negeri.

Selain itu, beberapa investor juga disebutkan telah mengajukan proposal untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Di antaranya seperti produksi baterai.

"Pemerintah juga fokus menjalankan kebijakan hilirisasi, guna meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sebab, hilirisasi sektor industri disebut telah memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional, antara lain bertambahnya penerimaan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

Untuk itu, kata dia, tahun ini bakal menjadi momen penting untuk pengembangan baterai litium kendaraan listrik. Apalagi, beberapa investor segera memulai konstruksi pembangunan pabrik pengolahan nikel dan kobalt menjadi bahan baku baterai litium.

“Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 nanti mobil listrik yang diproduksi di Indonesia sudah menggunakan baterai listrik, dan juga komponen-komponen penting lainnya yang diproduksi di negara kita,” ungkapnya.

Sebagai informasi, peta jalan industri otomotif nasional menargetkan sebanyak 20 persen kendaraan berbasis baterai listrik akan berseliweran pada tahun 2025.

Hal itu seiring dengan upaya industri otomotif yang terus melakukan efisiensi untuk jenis teknologi Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid, dan Plug-in Hybrid.

“Teknologi fuel cell berbasis hidrogen juga mendapat perhatian dalam peta jalan industri otomotif nasional. Demi menuju produksi industri kendaraan ramah lingkungan,” katanya.

Selain itu, pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik, dan industri otomotif dalam negeri ditargetkan dapat memproduksi mobil listrik dan bus listrik sebanyak 600 ribu unit pada 2030 mendatang.

"Sehingga angka tersebut dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 3 juta barrel dan menurunkan emisi CO2 sebanyak 1,4 juta ton. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen pada tahun 2030, dan di tahun 2060 masuk ke emisi nol atau net zero carbon,” ungkapnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)