LANGIT7.ID, Jakarta - Ada perbedaan
zakat, sedekah dan infaq. Umat Islam jangan sampai salah paham memaknai ketiganya yakni sama-sama berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Zakat yang paling populer ialah zakat fitrah. Semua kaum muslim berbondong-bodong membeli kebutuhan pokok untuk disumbangkan melalui amil zakat.
Namun ada beberapa zakat yang belum dikenal secara luas, di antaranya zakat mal yang bersumber dari penghasilan. Ada istilah nisab dan haul serta hitungannya yang membuat zakat tersebut tidak bisa diwajibkan kepada semua umat Islam.
Baca Juga: Baitulmaal Muamalat Targetkan Penerima Zakat Naik Status"Fungsi zakat itu membersihkan harta. Kita wajib mengeluarkannya, sifatnya wajib," kata Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat (BMM), Novi Wardi dalam wawancara khusus dengan Langit7, Kamis (17/3/2022).
Sedangkan sifat infaq dan sedekah merupakan sukarela. Artinya, seorang muslim harus menjadikan kewajiban zakat sebagai yang utama. Setelah itu terpenuhi, barulah bisa sedekah dan infak.
Kedudukan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ziswaf) merupakan bagian dari keuangan sosial Islam. Ziswaf dapat memberikan berbagai manfaat bagi kaum muslimin.
"Infak dan sedekah itu untuk menumbuhkan harta, bisa dilakukan setiap hari dan rutin. Sedekah itu tolak bala dan memudahkan urusan. Wakaf adalah yang paling tinggi, yakni perlahan meninggalkan cinta dunia," ungkapnya.
Menurutnya, dana keuangan sosial Islam, khususnya zakat tidak hanya dipergunakan untuk kebutuhan hidup saja, melainkan juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Jadi harus ada efek jangka panjang. Di Baitulmaal Muamalat sendiri, selain menyalurkan zakat kepada orang yang membutuhkan, kita juga mendidik mereka untuk bisa naik kelas, merubah mustahik menjadi muzakki," ujarnya.
(bal)