LANGIT7.ID, Jakarta - Mentor Bisnis, Jaya Setiabudi mengisahkan pengalamannya ketika pertama kali bertamu ke rumah, Bob Sadino. Kisah ini pun diharap bisa memotivasi para
pengusaha.
Menurut dia, Om Bob (sapaan mendiang Bob Sadino) dalam bisnis bukan cari untung, melainkan cari rugi. Hal ini karena pebisnis menargetkan untung yang berlebihan.
"Sempat kami beramah-tamah lalu beliau mengatakan, 'Kalau kamu cari untung belum tentu untung, kalau saya cari rugi, juga belum tentu rugi.' Beliau bilang begitu ke saya," ujar dia dikanal YouTubenya, Jaya Setiabudi, dikutip Jumat (18/3/2022).
Baca Juga: Kenali Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia, Bermuamalah sesuai SyariahTerget untung berlebihan ini, kata dia, bila gagal diperoleh akan menimbulkan kekecewaan yang berlebihan pula. Padahal bila targetnya diturunkan sedikit, justru menimbulkan semangat untuk bisa bangkit lagi dari kerugian.
"Jadi tidak ada yang namanya down atau stres. Orang yang down atau stres ini biasanya selalu menganggap dirinya pintar menjalankan bisnis."
"Mereka tidak menganggap dirinya bodoh, di mana mereka ingin selalu belajar dan bangkit dari kegagalan. Inilah makna filosofis dari Om Bob," katanya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Mas J ini, menyebutkan bahwa Om Bob tidak memiliki cita-cita dan target capaian dalam bisnis. Bahkan, Om Bob juga tidak pernah merencanakan pengembangan bisnisnya.
"Dia bilang ke saya, 'Itulah bodohnya kamu. Kalau saya selalu kumpulkan direktur untuk menanyakan mereka apa target dan rencana ke depan.' Itu yang dia sampaikan sama saya," kenangnya.
Menurutnya, Om Bob menjadi mentor yang paling berkesan bagi banyak pebisnis. Sebab, dia selalu memiliki ikatan kuat dan memanusiakan manusia.
"Kala itu, seharian bersama Om Bob saya mendengar kata-kata 'Goblok' secara berulang. Seolah saya sedang mereset keilmuan dan kepandaian saya untuk menjadi lebih goblok," katanya.
Pendiri Yukbisnis ini juga menambahkan, kebanyakan orang pintar selalu melakukan perhitungan dan kebanyakan berpikir. Sehingga menghambat langkah untuk melakukan sebuah aksi.
"Kalau orang goblok tidak banyak berpikir. Jadi dia melangkah saja, setelahnya baru berpikir. Orang pintar banyak ide, jadi sering tidak fokus dan semuanya mau dipegang, akhirnya berantakan. Sementara orang bodoh hanya punya satu ide, jadi dia fokus di situ hingga berhasil," jelasnya.
(bal)