LANGIT7.ID, Jakarta - Berdasarkan outlook zakat pada tahun lalu,
potensi zakat nasional mencapai Rp327,6 triliun. Namun realisasi perolehannya masih minim yakni Rp11,5 triliun.
Direktur Eksekutif
Baitulmaal Muamalat (BMM), Novi Wardi mengatakan, capaian perolehan zakat itu masih kecil dibandingkan potensi yang ada.
"Kalau kami lihat ada dua hal yang masih menjadi tantangan. Pertama literasi, dan yang kedua masalah pengelolaan," katanya saat wawancara khusus dengan Langit7, Kamis (17/3/2022).
Baca Juga: Baitulmaal Muamalat Targetkan Penerima Zakat Naik StatusPadahal, zakat yang dikelola lembaga terkait dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Selain untuk mendorong perekonomian yang lebih merata, zakat juga dapat mengurangi angka kemiskinan di Tanah Air.
"Untuk itu kami selalu berupaya memfasilitasi demi kebaikan umat. Kami tidak mengejar profit, dan pada intinya hingga ke tujuan akhir, yakni bisa mengubah mustahik menjadi muzakki," katanya.
Dengan target itu, kata dia, akan menjadikan masyarakat hidup lebih layak. Hal itu dapat dicapai salah satunya melalui manfaat zakat.
"Zakat dapat menurunkan angka kemiskinan ekstrem, sekaligus menjadikan masyarakat dapat naik kelas. Merubah mustahik menjadi muzakki," ungkapnya.
Zakat termasuk rukun Islam yang seharusnya sudah diajarkan sedari kecil kepada umat. Untuk itu, dia berharap adanya upaya pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan literasi zakat kepada masyarakat, khususnya umat Islam.
"Tugas literasi ini bukan Baitulmaal, tapi ustadz, dan ulama, ini yang perlu disinergikan. Kami bersinergi dengan MUI, juga lembaga dakwah menguatkan literasi ke masyarakat," ungkapnya.
(bal)