LANGIT7.ID, Jakarta - Desa wisata dinilai dapat membangkitkan kembali sektor kepariwisatan di tengah pandemi. Caranya dengan memaksimalkan potensi yang dikembangkan dengan melakukan berbagai langkah inovasi sehingga mampu mengangkat kearifan lokal, budaya dan alam.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan mengatakan langkah inovasi perlu dilakukan agar sektor pariwisata bisa tetap eksis. Salah satunya dengan melakukan
upgrade kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat.
“Dalam membangkitkan kembali sektor kepariwisataan terutama desa wisata yang ada di Provinsi Lampung melalui strategi pemasaran dan optimalisasi promosi,” ujar Edarwan dalam Webinar bertajuk “Optimalisasi Promosi Desa Wisata” Selasa (22/3/2022).
Baca juga: Kelembagaan Desa jadi Kategori Penilaian Baru ADWI 2022Menurut Edarwan, saat ini desa wisata dianggap sebagai solusi yang dapat ikut menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi nasional, terkhusus perekonomian di daerah.
“Keberadaan desa wisata memiliki peran yang penting, dengan begitu perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat, terutama bagaimana mempromosikannya,” kata Edarwan.
Menurutnya, dukungan masyarakat bagi desa wisata sebagai pendorong ekonomi desa begitu penting. Sehingga masyarakat dapat memahami peran desa wisata baik untuk kepariwisataan itu sendiri maupun untuk ekonomi secara umum.
Sementara itu, CEO/Founder Berbangsa Foundation, Vitria Ariani menjelaskan panorama keindahan desa dengan kesejukannya menjadi idaman bagi masyarakat perkotaan.
“Ketika berada di desa masyarakat kota terlepas dari hiruk pikuk suasana kerja dan polusi udara, ada juga keunikan adat budaya desa, serta keramahan masyarakatnya semua itu tidak bisa ditemukan di kota,” ujar Vitria.
Menurutnya, ketika masyarakat kota mengalami kejenuhan kerja, kemacetan di jalanan, dan kesuntukan berbagai problem perkotaan suasana desa menjadi jawaban.
“Desa yang menjanjikan ketentraman, kesejukan, keramahan dan estetika panorama alam,” ujarnya.
Baca juga: Pasar Tradisional Papringan jadi Destinasi Wisata Penggerak Ekonomi Vitria menjelaskan, secara umum berbagai hal yang dapat dieksplorasi dari potensi desa adalah panorama keindahan alam, kerajinan lokal, seni dan budaya desa termasuk keunikan arsitektur rumah khas desa dan tentu keramahan penduduknya.
“Semua itu mempunyai multiple efek pada peningkatan ekonomi masyarakat desa. Tentu harus dengan pengelolaan yang baik dan profesional, saling membantu dalam konteks gotong-royong antar warga maupun antar lembaga desa dan tentu membutuhkan pula dukungan pemerintah setempat,” jelasnya.
Vitria mengatakan, secara sederhana wisatawan yang datang ke desa akan membutuhkan tempat tinggal atau penginapan, butuh makanan, transportasi khas lokal, dan tentu fasilitas yang menghibur bagi wisatawan.
“Dan tentu ini membutuhkan kreatifitas dari pengelola desa dan tentu membutuhkan pula masyarakat desa secara umum,” katanya.
Baca juga: Kemenparekraf Dorong Event Wisata Olahraga untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata Dia menambahkan, banyak hal yang bisa diekplorasi dari potensi desa contoh sederhana, membajak sawah dengan seekor sapi, belepotan lumpur, dan sambil
nembang Jawa.
“Bagi orang desa adalah hal yang biasa tetapi bagi orang kota ini adalah pengalaman yang eksotik sangat menarik dan tak akan ditemukan di kota,” tuturnya
(sof)