LANGIT7.ID, Jakarta - Delegasi
negara G20 yang hadir dalam Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) mendukung komitmen penanganan
masalah lingkungan dan iklim.
Hasil tersebut akan dibahas lebih lanjut pada tahapan pertemuan EDM-CSWG selanjutnya yang diagendakan dilaksanakan di Jakarta, pada bulan Juni dan Bali, pada bulan Agustus.
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Laksmi Dhewanthi mengatakan, delegasi ini mengharapkan agar communiqué yang disepakati nanti memiliki pesan kuat mengajak masyarakat global berperan dalam penanganan ini.
Baca Juga: Rangkaian KTT G20, Energy Transition Working Group Digelar Pekan Ini"Pesan yang kuat tidak hanya kepada G20, tetapi juga kepada dunia, bahwa forum ini secara serius, berkomitmen dan memimpin pelaksanakan agenda-agenda lingkungan hidup dan perubahan iklim global," kata Laksmi dalam keterangannya, Kamis (24/3/2022).
Co-Chair G20 EDM-CSWG ini memberikan contoh beberapa komitmen masyarakat dunia, seperti agenda menangani marine plastic litter, isu pengelolaan air, dan pengendalian perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca lewat target yang lebih ambisius.
"Jadi semua berharap proses pembentukan communiqué selanjutnya pada pertemuan EDM-CSWG kedua dan ketiga berjalan dengan baik, dan pada puncaknya di tingkat menteri bisa menghasilkan dokumen communiqué yang kuat dan juga mempunyai rencana aksi yang bisa diimplementasikan," tutur Laksmi.
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro yang juga Co-Chair G20 EDM-CSWG mengatakan, ada respon positif dari para delegasi G20 EDM dan organisasi internasional yang hadir atas hasil dialog dua hari ini.
"Alhamdulillah isu prioritas dan sub prioritas yang kita sampaikan mendapat dukungan dari negara-negara anggota termasuk negara yang diundang dan organisasi internasional yang hadir di pertemuan ini baik secara langsung maupun virtual," ujar Sigit.
Dia melanjutkan jika untuk dialog EDM itu ada 7 isu prioritas yang dibahas, yaitu kerusakan lahan, kehilangan keanekaragaman hayati, sampah di laut, pengelolaan air, konsumsi berkelanjutan dan efisiensi sumber daya, keuangan berkelanjutan, dan perlindungan laut.
(bal)