LANGIT7.ID, Jakarta - PT PLN (Persero) melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan besar di Indonesia untuk memenuhi pasokan energi baru terbarukan (EBT) melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) sebesar 800 ribu megawatt-hours (MWh).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan pelaksanaan penandatanganan kerja sama kontrak pembelian REC merupakan bukti nyata kolaborasi untuk transisi menuju energi terbarukan. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah G20 untuk menekan emisi karbon dunia.
"REC menjadi instrumen paling penting dalam menurunkan emisi. Kerja sama ini merupakan bukti nyata bahwa sektor industri mengambil peran luar biasa dalam transisi energi terbarukan," ujar Darmawan Prasodjo dalam rilis yang diterima Langit7, Jumat (25/3/2022).
Baca juga: Jokowi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di IndonesiaKontrak kerjasama di lakukan di Istana Kepresidenan Bogor, dalam rangkaian kegiatan Energy Transitions Working Group (ETWG) di Yogyakarta pada Kamis (24/03/2022). Perusahaan yang melakukan kontrak yakni H&M Indonesia, PT Goto Gojek Tokopedia, PT Stargate Mineral Asia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Georg Fischer Indonesia.
Kesepakatan ini, lanjut Darmawan, merupakan bukti PLN mewujudkan kerja sama pemenuhan tenaga listrik dari pembangkit berbasis EBT.
Ia menjelaskan, PLN berhasil melakukan kontrak pembelian REC dengan 6 perusahaaan besar dan sektor industri dengan durasi kerja sama 1-5 tahun. Hal ini diyakini bakal memberi dampak positif bagi pelanggan.
"Pelanggan memperoleh opsi pengadaan untuk pemenuhan target 100% penggunaan EBT yang transparan dan diakui secara internasional dan tanpa mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur," katanya.
Tidak hanya itu, pelanggan juga membuktikan eksistensinya dalam berkontribusi mengurangi emisi karbon dengan menggunakan energi yang berasal dari pembangkit EBT di Indonesia.
Kontrak pembelian REC juga memberikan dampak bagi pemerintah yang tengah mendorong transisi energi menuju karbon netral 2060.
Diharapkan, masifnya kontrak pembelian REC dapat mendorong pertumbuhan pasar nasional energi terbarukan sehingga dapat mempercepat pencapaian target bauran energi.
"Kami sangat terbuka bagi perusahaan-perusahaan lain yang ingin berkontribusi dalam penggunaan energi hijau dengan memanfaatkan REC ini," ungkap dia.
Baca juga: PLN Operasikan SUTET 500 kV PLTU Indramayu-Cibatu BaruPada kesempatan yang terpisah, Country Manager H&M Group Production Office Indonesia, Frank Blin Gonsalves menyatakan komitmen perseroan dalam berkontribusi dalam melawan perubahan iklim, yang tidak hanya bertumpu pada lini operasi, tetapi di seluruh rantai nilai H&M Group, termasuk di Indonesia.
"H&M Group terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan mitra bisnis kami untuk memberikan solusi baru serta mendorong penggunaan sumber listrik berbasis EBT dalam rantai pasok kami," ungkapnya.
Frank menambahkan, perjanjian REC antara H&M, mitra pemasok dan PLN merupakan langkah penting untuk mewujudkan ambisi perusahaan sekaligus mendukung agenda pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission pada 2060.
(sof)