LANGIT7.ID, Jakarta - Pelaku UMKM diajari langkah-langkah
ekspor barang agar produk mereka tembus pasar global. Cara ini disampaikan perwakilan Aspenku kepada para pelaku usaha.
Fasilitator Aspenku, Syahrul mengatakan, sebagian pelaku UMKM masih melakukan ekspor melalui jasa titip. Hal ini masih menjadi PR bersama untuk mendorong kemandirian ekspor UMKM.
"UMKM di sini kebanyakan pemula, dan ada beberapa yang sudah ekspor tapi masih melalui jasa titipan. Sementara untuk transaksi bisnisnya masih sedikit sekali yang melakukan ekspor," ujar dia kepada Langit7, Selasa (29/3/2022).
Baca Juga: Jadi Syarat Ekspor, UMK Diimbau Ajukan Permohonan Sertifikasi HalalPelatihan ekspor yang diberikan kepada pelaku UMKM ini, mulai dari pengetahuan dasar, cara pengiriman, pasar, dan akses permodalan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Acacia Jakarta.
Menurut dia, para pelaku UMKM perlu berpikir jangka panjang untuk bisa mengembangkan usaha dan menembus pasar global. "Kami kasih mereka ilmu, sehingga mereka bisa ekspor secara mandiri sesuai prosedur yang ditetapkan," katanya.
Para pelaku UMKM yang menjadi peserta pelatihan ekspor juga diberikan modal pengetahuan. Harapannya, hal itu bisa diimprovisasi lebih lanjut, baik dari segi produk maupun pembiayaan.
"Tujuannya agar saat produk itu sampai ke negara tujuan ekspor, tidak dimusnahkan. Dalam arti bisa lolos di kepabeanan negara tujuan," ungkapnya.
Dia mengaku, pelatihan eskpor yang diberikan Aspenku mendapatkan respon positif dari pelaku UMKM. mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan soal persiapan produk dan biaya, tapi juga regulasi.
"Respon mereka juga baik, termasuk soal regulasi. Jadi mereka bisa melakukan eskpor secara mandiri dan tidak bergantung dengan eksportir lain," katanya.
(bal)