LANGIT7.ID, Jakarta - Transformasi digital dewasa ini mempengaruhi setiap kegiatan semua orang. Termasuk para pelaku usaha yang mau tidak mau harus menguasai strategi dalam memasarkan produk mereka.
Founder dan CEO Your Tea Group, Indra Thamrin mengatakan, agar bisa meningkatkan penjualan, pelaku usaha perlu beralih kepada dunia pemasaran digital. Berdasarakan pengalamannya, ada beberapa kesulitan yang dihadapi saat upaya peningkatan penjualan dilakukan akibat transformasi dari konvensional ke digital.
Sehingga ia mendorong pelaku usaha saat ini untuk menggunakan pemasaran digital agar meningkatkan daya saing dan penjualan mereka. Indra membagikan tiga kiat sukses yang perlu dipahami dalam transformasi digital kaitannya dengan usaha, anta lain:
MindsetPelaku usaha kecil dan menengah banyak terdampak akibat situasi pandemi Covid-19. Dari hal ini, para pelaku usaha diwajibkan untuk terus memikirkan jalan keluar dari setiap permasalahan yang mereka hadapi.
Indra mengatakan, langkah awal yang harus diterapkan para pelaku usaha adalah dengan merubah mindset atau pola pikir mereka dalam menghadapi segala situasi, termasuk pandemi. Jika tidak, mereka tidak akan menemukan jalan keluar yang solutif terhadap permasalahan masing-masing.
“Banyak orang di situasi pandemi, termasuk pelaku bisnis, yang kesulitan menembus penghalang atau barrier to entry agar produk usaha mereka bisa sampai kepada konsumen,” kata Indra di Webinar Transformasi Digitalisasi Bisnis bagi Startup dan Pelaku UMKM di Indonesia.
Seperti kebijakan PPKM Level 4 saat ini, lanjut Indra, pelaku perlu memiliki pola pikir growth mindset untuk bisa menemukan solusi. Ketika hanya fixed mindset, maka usaha akan mandek di situasi seperti ini.
“Fixed mindset cenderung lebih menunggu dan pasrah terhadap keadaan. Tapi kalau kita growth mindset, justru ini menjadi kesempatan untuk bisa berkembang. Salah satunya dengan beralih kepada pemasaran online dan menggunakan jasa antar yang ada untuk bisa melewati barrier to entry tadi,” jelasnya.
Menurutnya, pelaku usaha tidak boleh memiliki pola pikir statis. Melainkan mereka perlu memiliki pola pikir dinamis untuk bisa beradaptasi dalam situasi apa pun.
Riset Produk DigitalDengan adanya tenologi digital, para pelaku usaha bisa memanfaatkan banyak hal dalam pengembangan usaha mereka. Salah satunya dengan menggunakan riset secara online yang saat ini lebih dimudahkan.
“Dulu orang ingin tahu kondisi pasar terkait sebuah produk harus terjun ke lapangan dan melakukan survei. Kini, dengan adanya digitalisasi mereka dimudahkan, karena bisa mengetahui permintaan pasar melalui data digital yang ada,” katanya.
Indra menjelaskan, dengan menggunakan beberapa situs online, pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang. Seperti melalui google trends dan keywordtool, di mana data akurat secara langsung bisa diketahui dan menjadikan sebuah ide produk usaha yang akan dijual dan penentuan pemasaran yang tepat.
Mulai JualanSetelah memiliki growth mindset dan melakukan riset, pelaku usaha bisa memulai melakukan pemasaran produk mereka melalui strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Semuanya tidak akan berjalan, ketika kemalasan mulai menguasai diri.
“Tidak ada lagi yang menjadi penghambat kecuali tidak adanya kemauan untuk menjalankan usaha,” ujarnya.
Indra menuturkan, beberapa hal tersebut bisa dimanfaatkan bagi mereka yang baru akan membuka sebuah usaha, maupun yang sudah memiliki usaha. Pelaku usaha yang sudah berjalan di tengah usahanya, bisa melakukan riset dan menemukan alasan terkait kesulitan perkembangan usaha.
Dari riset tersebut juga bisa dilakukan shifting produk. Dengan kata lain melakukan peralihan penjualan produk barang yang memang sedang meningkat permintaannya di pasaran.
(zul)