LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate memperkenalkan Maudy Ayunda sebagai juru bicara (Jubir) pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia 2022, di Istana Merdeka, DKI Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Tugas juru bicara meliputi dua hal, yakni menyampaikan informasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Indonesia yang akan dihadiri oleh pemimpin dunia. Selain itu, ia juga akan menyampaikan perkembangan pertemuan
working group, engagement group dan
side event.
Menurut Menkominfo, momentum Presidensi G20 Indonesia 2022 merupakan wujud kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat di tanah air harus berpartisipasi secara aktif dalam menyukseskannya.
Baca juga: Kuliner Indonesia Hiasi Kegiatan Amal bagi Pengungsi UkrainaMengingat, dampak dari perhelatan akbar tersebut sangat berpengaruh besar bagi pemulihan Indonesia, dari dampak wabah global COVID-19 yang melanda dua tahun belakangan, ini akan membuktikan eksistensi dalam kepemimpinan Indonesia di kancah internasional.
"Kesempatan ini harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat global dan secara khusus untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara kita," imbuh Johnny.
Karena pentingnya ajang tersebut, dibutuhkan sosok juru bicara yang mampu menyosialisasikan dan promosi Presidensi G20 Indonesia secara optimal. Dengan begitu, akan mewujudkan Presidensi G20 Indonesia yang sukses, dan dapat diukur dari substansi dan penyelenggaraan ajang tersebut.
"Untuk itulah Juru Bicara memegang fungsi yang sangat penting," pungkas Johnny.
Pertimbangan pemerintah menunjukkan aktris muda itu, lanjut Menkominfo, agar komunikasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan G20 semakin mudah dipahami masyarakat dari generasi milenial (generasi Y) dan generasi Z. Harapannya, agar kaum muda dapat ikut berpatisipasi menyukseskan gelaran G20.
Melalui keterlibatan Maudy, gelaran G20 dapat digaungkan dan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Sebagai
millennial public figure, diharapkan peran Maudy akan lebih menjangkau lapisan masyarakat luas terutama generasi milenial dan generasi Z," kata Johnny.
Baca juga: Delegasi G20 Dukung Komitmen Tangani Masalah Lingkungan dan IklimMenkominfo menambahkan, latar belakang pendidikan Maudy dianggap cocok untuk menjadi bagian dari tim komunikasi Presidensi G20 Indonesia. Maudy yang merupakan alumnus dua universitas bergengsi di dunia, dan mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga mudah dipahami masyarakat. Maudy pun fasih berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing lainnya yakni bahasa Inggris, Mandarin, dan Spanyol. Kemampuan tersebut menjadi modal dalam melakukan komunikasi dengan khalayak dari berbagai kalangan.
"Maudy adalah lulusan program sarjana
Philosophy, Politics, and Economics, University of Oxford dan lulusan
Master of Business Administration dan
Master of Arts in Education dari Stanford University. Maudy juga menguasai empat bahasa," tutur Menkominfo.
Menyikapi penunjukkannya sebagai Jubir, Maudy Ayunda memandangnya sebagai sebuah kehormatan. Kepercayaan pemerintah kepada dirinya untuk mengemban amanah besar tersebut adalah bentuk kepercayaan terhadap generasi muda dalam berpartisipasi menyukseskan gelaran internasional, Presidensi G20 Indonesia 2022.
“Tidak butuh waktu yang lama bagi saya untuk menerima kepercayaan ini. Kerja sama semua elemen bangsa, termasuk generasi muda, dibutuhkan untuk mengomunikasikan manfaat yang bisa dipetik dari gelaran ini di keidupan sehari-hari. Terima kasih atas kepercayaan Menkominfo. Saya merasa terhormat dipercaya turut terlibat dalam tim komunikasi Presidensi G20,” katanya.
(jqf)