LANGIT7.ID, Jakarta -
Peer to peer (P2P) Lending disebut sebagai alternatif instrumen investasi yang cocok bagi pemula, karena prosesnya yang simpel. Minat? Yuk simak 3 tips ini.
Sahabat Langit7 sebagai pemula tidak boleh gegabah untuk langsung terjun ke dalamnya. Ada hal penting yang harus diperhatikan, seperti soal kesesuaian risk appetite dan manajemen risikonya.
Baca Juga: 5 Tips Terhindar Jebakan Flexing, Ampuh Hadapi Investasi BodongBerikut adalah tiga poin yang bisa dijadikan acuan sebelum terjun ke dalam instrumen investasi P2P Lending.
1. Pahami risikoSeperti disebutkan, berinvestasi harus sesuai dengan profil serta risk appetite Sahabat Langit7 terhadap instrumen investasi dan bagaimana cara mengelola risikonya.
Dilansir laman sikapiuangmu.ojk.go.id, langkah awal dalam proses investasi di P2P lending adalah memahami risikonya. Jangan sampai, Sahabat menginvestasikan dana tanpa tahu tingkat dan jenis risiko yang dihadapi.
Setidaknya, terdapat 3 risiko yang bisa diidentifikasi dalam hal ini. Pertama, risiko kredit, di mana uang yang dipinjamkan kepada borrower bisa jadi tidak dikembalikan sesuai perjanjian.
Kedua, risiko fraud. Biasanya gagal mengembalikan dana oleh borrower disebabkan ketidakmampuan bayar atau tidak adanya itikad baik untuk mengembalikan (fraud).
Ketiga, risiko penyalahgunaan data. Berkaitan dengan teknologi digital, informasi mereka yang terlibat bisa saja mengalami kebocoran walaupun akses telah dibatasi OJK.
2. Terdaftar dan berizin OJKP2P lending merupakan industri teknologi finansial atau financial technology (fintech) yang masih sangat muda, tapi perkembangannya cukup signifikan.
Pertumbuhan digitalisasi dan peningkatan penetrasi internet, membuat platform P2P lending menjamur di Indonesia, sehingga pastikan Sahabat memilih platform P2P lending yang terdaftar dan berizin di OJK.
3. Tingkat Keberhasilan BayarFounder dan CFP Finansialku menyebutkan, hal lain yang perlu diperhatikan pemula adalah mengetahui TKB90 dari platform P2P lending.
"Artinya, TKB90 adalah angka tingkat keberhasilan bayar dalam 90 hari ke depan. Jika TKB90 ini mencapai hingga 100 persen, itu artinya seluruh pinjaman berhasil dibayarkan dalam 90 hari, alias tidak ada gagal bayar," katanya dikanal YouTube Finansialku.
(bal)