LANGIT7.ID, Yogyakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menerima bantuan Rp568,5 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo.
Ketua Baznas Kabupaten Kulon Progo, Abdul Majid menuturkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menerima bantuan Rp568,5 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulon Progo.
Ketua Baznas Kabupaten Kulon Progo, Abdul Majid menuturkan bantuan akan didistibusikan kepada 88 desa di wilayah Kabupaten Kulon Progo untuk percepatan penanganan Covid-19. Tiap desa nantinya akan menerima bantuan sebesar Rp10 juta.
Dana yang disalurkan oleh Baznas Kabupaten Kulon Progo, nantinya akan dipakai untuk penanganan Covid-19 yang ada di wilayan desa baik untuk akomodasi maupun transportasi hingga keperluan isolasi mandiri warga desa.
"Kami telah menerima beberapa masukan dari kecamatan, di mana Satgas COVID-19 tingkat desa terbentur anggaran yang terbatas. Sementara aktivitas satgas harus terus berlanjut, demi menekan penyebaran Covid-19," kata Abdul Majid, Kamis (29/7/2021).
Dari bulan Januari sampai Juli, Baznas Kabupaten Kulon Progo tercatat telah menyalurkan bantuan penanganan Covid-19 sebesar Rp768,9 juta. Dana bantuan tersebut telah dipakai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari isolasi mandiri di rumah senilai Rp30,4 juta, isolasi mandiri di pondok pesantren Rp7 juta, tanggap COVID-19 desa Rp481juta, tanggap COVID-19 tingkat kecamatan senilai Rp130juta, relawan pemakaman protokol kesehatan Rp14,5 juta dan insentif pedagang kecil Rp106 juta.
Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana menyampaikan rasa terimakasih kepada Baznas atas kepeduliannya dalam ikut mempercepat penanganan Covid-19 terutama yang terjadi di wilayah desa.
"Kami harap dana tersebut bisa lebih mengoptimalkan pemantauan isolasi mandiri yang ada di masyarakat. Jangan sampai isolasi mandiri tidak terpantau dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Fajar menambahkan, hingga hari ini terdapat sekitar 4.897 warga Kulon Progo yang melakukan isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19.
Dana yang disalurkan oleh Baznas Kabupaten Kulon Progo, nantinya akan dipakai untuk penanganan Covid-19 yang ada di wilayan desa baik untuk akomodasi maupun transportasi hingga keperluan isolasi mandiri warga desa.
"Kami telah menerima beberapa masukan dari kecamatan, di mana Satgas COVID-19 tingkat desa terbentur anggaran yang terbatas. Sementara aktivitas satgas harus terus berlanjut, demi menekan penyebaran Covid-19," kata Abdul Majid, Kamis (29/7/2021).
Dari bulan Januari sampai Juli, Baznas Kabupaten Kulon Progo tercatat telah menyalurkan bantuan penanganan Covid-19 sebesar Rp768,9 juta. Dana bantuan tersebut telah dipakai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari isolasi mandiri di rumah senilai Rp30,4 juta, isolasi mandiri di pondok pesantren Rp7 juta, tanggap COVID-19 desa Rp481juta, tanggap COVID-19 tingkat kecamatan senilai Rp130juta, relawan pemakaman protokol kesehatan Rp14,5 juta dan insentif pedagang kecil Rp106 juta.
Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana menyampaikan rasa terimakasih kepada Baznas atas kepeduliannya dalam ikut mempercepat penanganan Covid-19 terutama yang terjadi di wilayah desa.
"Kami harap dana tersebut bisa lebih mengoptimalkan pemantauan isolasi mandiri yang ada di masyarakat. Jangan sampai isolasi mandiri tidak terpantau dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Fajar menambahkan, hingga hari ini terdapat sekitar 4.897 warga Kulon Progo yang melakukan isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19.
(zul)