LANGIT7.ID, Jakarta - Pengidap
diabetes boleh berpuasa, karena ada banyak manfaat bagi mereka yang menjalani ibadah tersebut, apalagi di bulan Ramadhan selama 30 hari.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Nasional Diponegoro Undip, Maria Erika Pranasakti menjelaskan, sebelum
berpuasa, ada baiknya pengidap diabetes mengonsultasikan kondisinya kepada dokter. Hal itu dilakukan untuk mengetahui riwayat gula darah penderita.
"Bagi yang memiliki riwayat gula darah terkontrol baru dapat ikut berpuasa," ujarnya seperti dikutip laman Undip, Rabu (6/4/2022).
Baca Juga: Konsumi Kurma saat Buka Puasa, Jadikan Tubuh Kembali BugarBagi pengidap diabetes dengan riwayat baik dan boleh berpuasa, perlu mempersiapkan beberapa hal. Di antaranya seperti memastikan asupan nutrisi tercukupi.
"Pasien diabetes disarankan untuk makan pada kisaran dietnya sekitar 1.200 sampai dengan 2.000 kalori," ujarnya.
Selain itu, lanjut Maria, mereka juga dianjurkan untuk makan sahur mendekati waktu imsak, ketika berbuka tidak disarankan mengonsumsi yang terlalu manis dan menghindari minuman yang mengandung kafein.
"Untuk konsumsi obat sebaiknya didiskusikan dengan dokter. Pasien diabetes juga harus menyadari posisinya, apakah masuk kategori risiko sangat tinggi, tinggi, sedang atau rendah," katanya.
Dia menegaskan, bagi risiko sangat tinggi harus selalu waspada dan melakukan pengecekan gula darah lebih sering. Juga mewapadai gejala-gejala dari hipoglikemia dan hiperglikemia.
"Bila dalam pengecekan gula darah kurang dari 70 atau lebih dari 300, kami rekomendasikan untuk membatalkan puasa. Sedangkan untuk pengaturan obat, harus dikonsultasikan dengan dokter agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik tetapi tidak muncul komplikasi,” imbaunya.
Maria mengimbau, agar pasien diabetes yang ingin menjalankan ibadah puasa, harus mempersiapkan diri sejak 1-2 bulan sebelum Ramadhan. Sehingga saat memasuki bulan Ramadhan dan ingin berpuasa telah diketahui memiliki riwayat yang baik.
"Ketika puasa terdapat periode tidak makan sekitar 12 jam, dan orang sering mengira bahwa dengan puasa gula darahnya akan rendah. Padahal tidak hanya itu, gula darah yang rendah atau hipoglikemia hanya salah satunya karena ada juga kondisi hiperglikemia atau gula darahnya justru malah naik," jelasnya.
Hal tersebut bisa disebabkan karena dehidrasi, ataupun kondisi kegawatan seperti ketoasidosis diabetik. Artinya terjadi kegawatan yang mungkin terjadi ketika diabetes juga terdapat penyakit atau infeksi akut dalam tubuh.
(bal)