LANGIT7.ID - , Jakarta - Selain menjadi bulan yang penuh ampunan bagi umatnya yang taat beribadah, Ramadhan pun dipenuhi keberkahan. Ini yang dirasakan seorang perajin kopiah berbahan limbah tekstil di Kabupaten Kudus, Jawasa Tengah.
Nunung Ervana, pemilik usaha kopiah unik berbahan dasar beludru mengaku kebanjiran order karena produknya dianggap memiliki keunikan.
"Ide membuat kopiah dari bahan beludru yang merupakan bahan limbah dari pabrik tekstil ini tanpa sengaja," kata Nunung, warga Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus, Nunung Ervana di Kudus, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (8/4/2022).
Baca juga: Lilin Aroma Buatan Boyolali Laris Hingga Pasar EropaUsut punya usut, kopiah buatan Nunung ini mulai mendapat respons positif saat perang Rusia-Ukraina terjadi. Kopiah beludru yang banyak peminatnya ini dijuluki kopiah Rusia.
Pesanan diterima, dari berbagai daerah di Tanah Air, sehingga dirinya kini kewalahan karena kapasitas produksinya memang terbatas. Nunung mengaku sebelum memakai beludru, ia menghasilkan kopiah dengan bahan batik dan karung goni.
"Awalnya, kami hanya mampu memproduksi 50 buah kopiah per harinya, kini sudah ditingkatkan menjadi 100-an buah per harinya. Sedangkan tenaga kerjanya ada lima orang, namun yang aktif memproduksi hanya tiga orang selebihnya sering bolos kerja," ujarnya.
Harga jual per buah, Nunung membanderol Rp40.000 untuk bahan tipis dan Rp60.000 untuk kopiah berbahan tebal.
Meskipun di tengah pandemi COVID-19, kata dia, kopiah beludru atau kopiah Rusia buatannya itu sangat banyak peminatnya, terlebih saat ini tengah memasuki bulan Ramadhan.
Baca juga: Kaos Bertuliskan Mandalika Bergambar Sirkuit Terjual Laris Manis Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan kopiah maupun produk lainnya, bisa mendatangi rumahnya di Desa Piji atau melalui Instagram maupun Facebook Nu Nung.
(est)