LANGIT7.ID, Jakarta - Tim Dislitbang TNI AD melakukan kampanye penerimaan prajurit di SMK wilayah Bandung Barat. Para siswa pun dibekali sejumlah wawasan soal perkembangan teknologi.
Kadislitbang TNI AD, Brigjen TNI Terry Tresna Purnama mengatakan, kegiatan ini berlangsung di SMK Mahardika. Kolonel Arh Saptarendra bukan hanya merekrut para lulusan SMK menjadi prajurit tapi juga menyiapkan kemandirian mereka.
"Para siswa ini dibekali soal wawasan era digital dan industri 4.0. Terjadi globalisasi di berbagai aspek kehidupan, merubah tatanan sosial, ekonomi, kultur budaya dan karakter bangsa," kata Brigjen Terry dalam keterangannya, Kamis (14/4/2022).
Kadislitbang TNI AD, Kolonel Arh Sapta, menyampaikan untuk bisa mandiri lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan saja namun juga harus memiliki benteng imunitas yaitu karakter.
"Untuk menangkal dampak globalisasi, para generasi muda kita harus memperkuat benteng perkuatan yaitu karakter yang kuat," ujarnya.
Lulusan SMK, lanjut Sapta, merupakan sumber daya bangsa yang luar biasa. Setelah lulus, mereka tidak saja siap melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tapi juga siap untuk langsung menjadi tenaga kerja yang produktif.
"Seperti halnya sekarang, arus deras globalisasi dan demokrasi merubah kita menjadi sosok yang pragmatis dan oportunis serta mudah terpengaruh oleh berbagai ide, ajaran maupun cara yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
Selain itu, kata Sapta, kesempatan silaturahmi dengan Siswa SMK Mahardika juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan penerimaan prajurit dari lulusan SMK.
"Tentara kita tidak hanya disiapkan perang dengan mengangkat senjata tapi juga ada yang melakukan kegiatan teknis di bidang penguasaan teknologi, seperti di Dislitbang TNI AD," ujar dia.
Menurut Sapta, konsep pemberdayaan lulusan SMK merupakan tindaklanjut dari perintah dari Kasad dan Kadislitbang tentang kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat dan pemerintah.
"Masih banyak lulusan SMK yang menganggur dan juga ada sekolah yang belum memiliki labortorium seperti punya SMK Mahardika ini," kata dia.
(bal)