LANGIT7.ID - , Jakarta - Salah satu tradisi Ramadhan yang tidak pernah lepas dari masyarakat Indonesia yakni pemberian takjil gratis. Biasanya takjil gratis ini tersedia di masjid selama bulan Ramadhan dan disiapkan jelang buka puasa.
Menu takjil sendiri berupa kudapan untuk berbuka puasa atau bahkan makanan berat seperti nasi dan lauk pauk. Bagi yang kekurangan finansial, pembagian takjil gratis ini jelas sangat membantu.
Baca juga: Cerita Umat Kristen Palestina Berbagi Takjil untuk Buka PuasaAkan tetapi, bagaimana hukumnya seorang yang keuangannya mampu, namun tetap mencari makanan berbuka gratis yang disediakan di berbagai masjid?
Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi mengatakan takjil disiapkan untuk siapapun yang ingin berbuka di masjid, termasuk orang yang mampu secara finansial.
"Untuk orang-orang mampu, tidak masalah ikut makan. Karena memang makanan itu diperuntukkan bagi siapapun yang berbuka di masjid," ujar Ustadz Dzulqarnain dikutip dari kanal youtube DzulqarnainMS, Kamis (14/4/2022).
Di masjid, tambahnya, memang menyediakan menu untuk berbuka puasa, bagi orang-orang yang benar-benar memerlukan. Seperti orang yang sedang dijalan, lalu tidak sempat untuk berbuka dirumah, maka mereka bisa kemasjid.
"Kemudian ada orang-orang memang yang sedang di jalan tidak sampai ke rumah lalu waktu berbuka tiba, maka masjid merupakan solusi yang bagus," ucapnya.
Lalu untuk orang-orang mampu, tidak masalah ikut makan. Karena memang makanan itu diperuntukkan bagi siapapun yang berbuka di masjid.
Baca juga: Bupati Bogor minta Perangkat Daerah Siapkan 200 Takjil Gratis Per HariTerkadang, kata Ustadz Dzulqarnain, sebagian orang senang berbuka puasa bersama dengan kaum muslimin. Makanya memilih untuk ke masjid.
"Mereka senang melihat saudara-saudaranya yang lain, bisa merasakan suka dan duka bersama-sama," tuturnya.
"Nah, untuk tujuan seperti itu tidak masalah. Akan tetapi, jika dilihat dari etika-etika yang lain, itu kembali pada pembawaan dan jiwa pribadi orang itu sendiri," pungkas Ustadz Dzulqarnain.
(est)