LANGIT7.ID, Palestina - Umat Islam dan umat Kristen Hidup berdampingan di wilayah Nablus, Tepi Barat, Palestina. Bahkan, mereka terbiasa saling berbagi takjil saat Ramadhan.
Khalil Kawa, seorang Kristen Palestina berusia 41 tahun, mengaku senang melakukannya. Ia berbagi kurma, minuman, dan makanan untuk takjil berbuka puasa. Semua itu untuk warga Palestina yang lewat di sekitaran Nablus, Tepi Barat, Palestina.
Pada Ramadhan 1443 H, Khalil bersama komunitasnya aktif berbagi makanan selama Ramadhan. Tak peduli muslim atau Kristen, dia tetap membagikan takjil jelang buka puasa di pinggir jalan.
Baca juga: Pasar Amal, Proyek Ramadhan untuk Keluarga Miskin di Gaza“Saya tidak merasa aneh, sebagai Kristen, membagikan makanan untuk puasa. Saya juga enggan membedakan, apakah ia Muslim, Kristen, atau warga lokal lainnya. Kita semua sama-sama orang Palestina,” kata Khalil Kawa dikutip
Arab News, Rabu (13/4/2022).
Kegiatan umat Kristen membagikan takjil dan makanan puasa sudah berlangsung sejak 2013. Khalil dan beberapa orang mendirikan komunitas bernama Nables Tour. Komunitas itu merupakan kumpulan para fotografer.
“Kami adalah kelompok fotografer. Kami jalan-jalan di sekitar kota Nablus dan berfoto dan membagikan manisan pada Maulid Nabi Muhammad, serta menghias kota jelang Ramadhan, penuh berkah, juga saat idul fitri,” ucap Khalil.
Khalil menceritakan, pada awalnya dana untuk membiayai kegiatan itu berasal dari kantong pribadi dan rekan-rekan fotografer. Namun, saat komunitas itu dikenal masyarakat luas, donatur pun berdatangan.
“Ini adalah perasaan yang sangat Indah yang tidak dapat digambarkan, terutama karena orang-orang menunggu kami dan bertanya sebelum Ramadhan apakah kami siap atau membutuhkan sesuatu," kata Khalil.
Di Ramallah, sekelompok anak muda meluncurkan kampanye kesadaran Ramadhan bertajuk ‘Manfaatkan dan jabat tangan di bulan kasih sayang”. Ini bertujuan menyebarkan pesan positif di kalangan masyarakat.
Baca juga: ARMI-KNRP Gelar Safari Dakwah Bareng Ulama dan Anak PalestinaDi Betlehem, kota yang dihuni mayoritas Kristen di selatan Tepi Barat, anggota kelompok kepanduan dan pemandu Selesian membagikan yogurt, air, dan kurma. Fouad Salman (37), salah satu anggota Kepanduan mengatakan, penduduk Betlehem, Muslim dan Kristen, mewarisi cinta dan koeksistensi dari generasi ke generasi. Pawai cinta harus terus berlanjut.
Salman mengaku merasa bangga menjadi dari Palestina dan Betlehem. Dia telah mengambil bagian dalam pekerjaan sukarela sejak kecil, termasuk memperbarui karpet di masjid. Di samping itu, relawan Muslim dan Kristen Palestina bekerjasama di Betlehem untuk menyiapkan buka puasa segar bagi keluarga yang membutuhkan.
(jqf)