LANGIT7.ID, Jakarta - Menjalankan ibadah puasa di Gaza, Palestina, tak seleluasa di Indonesia. Gaza sudah mengalami blokade laut dan darat bahkan udara selama kurang lebih dua dekade. Kondisi itu membuat banyak masyarakat mengalami kemiskinan dan menganggur.
Kehadiran Pasar Amal sebagai salah satu proyek Ramadhan sangat membantu masyarakat setempat. Proyek itu mendapat dukungan dari Yayasan Waqf Al-Waqifin, Afrika Selatan, dengan pelaksana dari Isnad Charitable Society.
Pasar Amal itu sudah dimulai sejak Selasa, 5 April 2022. Di Kota Bani Suhaila, para pelaksana proyek menyediakan berbagai jenis sayuran, daging segar, bahan makanan, dan makanan khas Ramadhan di Gaza, yakni qatayef.
Baca juga: Shalat Jumat Pertama Ramadhan, Umat Muslim Padati Masjid Al-AqsaMasyarakat setempat diberi kupon dan diminta datang ke pasar pada waktu yang ditentukan. Cara itu dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan antrian panjang. Setelah itu, mereka bisa datang ke pasar dan membeli kebutuhan dengan mudah dan nyaman.
Umm Ahmed Qudeih, warga Gaza yang berkunjung mengaku sangat puas dengan pengadaan Pasar Amal tersebut. Terlebih produk yang ditawarkan sangat berkualitas di tengah krisis ekonomi yang melanda Gaza.
Qudeih mengungkapkan, Proyek tersebut sangat relevan dengan kondisi warga Gaza saat ini. Warga Gaza membutuhkan bantuan untuk mengurangi beban kebutuhan keluarga, akibat blokade pendudukan Israel.
Dia menjelaskan, kondisi sulit di Jalur Gaza membuat proyek tersebut sangat berarti bagi warga Gaza. Di sisi lain, dia berharap blokade Gaza segera berakhir.
“Pasar mencakup semua produk yang dibutuhkan keluarga Palestina, terutama karena kesempatan diserahkan kepada penerima manfaat untuk memilih barang-barang kebutuhan yang dia inginkan tanpa batasan,” katanya, dikutip
Palinfo, Senin (11/4/2022).
Director of Public Relations Esnad Charitable Society, Al-Najjar, mengatakan, Pasar Amal berisi sebagian besar bahan makanan yang diperlukan seperti sayuran, daging, kacang-kacangan, keju, minyak dan manisan. Banyak pula bahan makanan yang merupakan paket makanan terpadu untuk dapur keluarga miskin.
Al-Najjar mengatakan, sekitar 950 keluarga miskin dari perbatasan Khan Yunis dan Rafah, Gaza, mendapat manfaat dari Pasar Amal tersebut. Mereka adalah keluarga yang tidak memiliki sumber pendapatan dan membutuhkan bantuan cepat.
Baca juga: Aman Palestin Berencana Bangun Museum di IndonesiaPasar Amal itu merupakan proyek kelima Esnad Charitable Society. Biaya proyek mencapai $70.000. Al-Najjar berharap, Pasar Amal tak hanya digelar pada Ramadhan saja. Namun bisa dilakukan secara berkala.
Hal itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga miskin dalam jangka waktu lama. Terutama, saat situasi kemanusiaan di jalur Gaza memburuk setelah rentetan blokade, pengepungan, penutupan perlintasan, dan pengurangan gaji.
(jqf)