LANGIT7.ID - , Jakarta - Sekitar 50.000 warga Palestina melangsungkan shalat Jumat pertama di Masjid Al-Aqsa dengan tenang. Meski saat itu ibadah dijalankan di tengah prosedur keamanan Israel yang diperketat setelah kekerasan Tel Aviv, Kamis (6/4/2022).
Ribuan warga Palestina Israel dan warga Palestina dari Tepi Barat berbondong-bondong situs tersuci ketiga dalam Islam, dengan melewati pos pemeriksaan militer Israel yang ketat di pintu masuk Yerusalem.
Sekitar 3.000 polisi Israel dikerahkan di seluruh Yerusalem Timur, Kota Tua dan di gerbang menuju masjid.
Baca juga: Kalender Ramadan yang Cantumkan Lokasi Masjid Al-Aqsa di Israel, DitarikMengutip dari Wafa, pasukan Israel dikerahkan dalam jumlah besar di gerbang yang mengarah ke masjid dengan memeriksa kartu identitas jamaah dan melakukan penggeledahan badan ke beberapa dari mereka.
Imam di Al-Aqsa, Ikrima Sabri memuji jamaah yang datang ke masjid dari tempat-tempat jauh, melewati pos pemeriksaan Israel dan meminta untuk shalat dengan teratur, khususnya saat shalat tarawih.
Ibrahim Al-Anbawi (53), dari kamp pengungsi Anata dekat Yerusalem, mengatakan shalat berlangsung dengan tenang dan tanpa ketegangan. Meski begitu, ia menambahkan, jumlah jamaah lebih sedikit karena ketakutan setelah serangan Tel Aviv sehari sebelumnya.
Dibanding shalat Jumat biasanya, kali ini jamaah yang datang memang terbilang sedikit. Sebab, pada waktu normal, shalat Jumat Ramadhan bisa menarik lebih banyak jamaah hingga mencapai 200.000 orang di Masjid Al-Aqsa.
Jamaah lain, Al-Anbawi, yang shalat Jumat di Al-Aqsha setiap minggu, mengatakan khotbah Jumat pun terbatas pada religiusitas, tanpa mengacu pada situasi politik saat ini untuk menghindari gejolak.
Baca juga: Israel Serang Peringatan Isra Mi'raj di Masjid Al-AqsaPolisi Israel semakin memperketat langkah-langkah keamanan mereka di sekitar lokasi titik nyala, tetapi shalat berlangsung dengan damai.
Warga Palestina lainnya melaksanakan shalat Jumat di pos pemeriksaan Israel di Tepi Barat sebagai protes setelah mereka dilarang memasuki kota suci.
Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania pada tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas global.
(est)