Menyelami Kehangatan Desa Tempuran, Desa Religius di Jawa Timur
hasanah syakimAhad, 17 April 2022 - 19:29 WIB
Aktivitas pendudukan Desa Tempuran yang menjunjung nilai-nilai Islami (foto: gontor TV)
LANGIT7.ID, Ponorogo - Desa Tempuran terletak di Jalan Anjasmoro Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Desa wisata ini memiliki luas wilayah sekitar 1.077 hektare.
Seluruh penduduk Desa Tempuran memeluk agama Islam sehingga di berbagai kegiatan masyarakatnya selalu berpagang pada prinsip-prinsip agama bernuansa Islam.
Tak hanya itu, suasana pedesaan dan kearifan lokal yang selalu hadir di desa ini jarang ditemukan diperkotaan sehingga desa ini terasa damai, nyaman dan tentram.
Berdasarkan data tahun 2021 Desa Tempura dihidupi sekitar 6.252 jiwa dan terdiri dari empat dukuh yakni Dukuh Krajan, Petung, Karangrejo dan juga Semanding. Dengan keharmonisan masyarakat yang terjalin, serta diselimuti nuansa Islamiyah menjadikan masyarakat desa ini kerapkali merasakan hangatnya silaturahmi sesama muslim.
Kepala Desa Tempuran, Tri Wahyono menyampaikan harapan dan rasa syukur atas segala nikmat Tuhan yang diberikan, di mana masyarakat Desa Tempuran kerap saling membantu dan menolong.
Menurutnya dengan dilandaskan rasa ukhuwah Islamiyah yang kuat menjadikan perekonomian desanya menjadi stabil dan saling menguntungkan.
“Terima kasih kami selaku pemerintahan terkhusus kepala Desa Tempuran tujuan atau visi dari kami adalah untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang baik bidang ekonomi, pendidikan, dan budaya,” ujarnya dalam kanal YouTube gontortv dikutip Ahad (17/4/2022).
Menurutnya, pengembangan bidang perekonomian menjadi fokus utama dalam visi Desa Tempuran melalui gerakan tempuran bangkit, yang hingga saat ini tengah digalakan dalam membangun masyarakat yang sejahtera lahir dan batin guna mewujudkan desa yang lebih maju.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”