LANGIT7.ID - , Jakarta - Pandemi Covid-19 banyak mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk ke sektor fesyen. Dampak negatif dari pandemi ini mengganggu operasional usaha para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) , sehingga produksinya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Salah satu pelaku UMKM yang juga mengalami dampak dari adanya pandemi ini yakni penyiar radio Nycta Gina.
"Kalau aku berkaca dari brand aku Trinycta, ibaratnya ini kan satu bisnis konvensional, bisnis fesyen aku ini di saat pandemi lumayan berdampak," ujar Nycta dalam Fashion Talk bertajuk "Transisi Industri Muslim Fashion Pasca Pandemi," di Muffest, Jakarta, Kamis (21/4/2022) lalu.
Baca juga: Berkah Ramadhan, Jenama Fesyen Muslim Lokal Ini Panen OrderanApalagi, tambahnya beberapa tahun ke belakang, momen-momen tertentu seperti Lebaran tidak ada aktivitas seperti bazzar. Sehingga otomatis kondisi tersebut berdampak pada pendapatan UMKM.
Meskipun begitu, Nycta mengaku dari segi omzet Trinycta tidak mengalami penurunan, akan tetapi tidak juga mengalami peningkatan secara signifikan.
"Tapi alhamdulillahnya karena rezeki Allah yang mengatur, jadi Trinycta ini kan basic-nya lebih ke online, akhirnya kita memanfaatkan semua platform digital sehingga meskipun berdampak tapi omsetnya tidak menurun. Namun kan yang namanya pebisnis pasti mengharapkan peningkatan setiap tahunnya. Nah di saat pandemi tetap ada peningkatan tapi tipis-tipis lah," ucapnya.
Nycta mengaku senang adanya pameran fesyen muslim seperti Muffest ini, di mana dirinya bisa menjalankan bisnisnya secara offline. Meski sebenarnya tahun lalu Muffest tetap terselenggara, namun skalanya tidak sebesar seperti saat ini.
"Sekarang suasananya kayak seperti kembali lagi ke beberapa tahun lalu sebelum ada pandemi, jadi seperti normal kembali lah. Makanya aku sangat senang," ungkapnya.
Terkait strategi marketing yang digunakan Trinycta ketika pandemi, istri penyiar radio Rizky Kinos ini mengatakan mereka biasanya menggunakan strategi
live shopping di Instagram.
Baca juga: Indonesia Diyakini Bakal Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia"Kita biasanya mengganti bazar-bazar seperti dengan
live shopping. Selama pandemi
live shopping sangat banyak kita lakukan, karena menurut kami itu lumayan membantu," tuturnya.
"Jadi ada interaksi antara aku sama para penonton di
live tersebut, makanya sedikit terbantulah. Meskipun interaksinya lewat tulisan mereka di kolom komentar. Akan tetapi, sejauh ini, masih bisa menggaet pelanggan," pungkasnya.
Meski terkesan lancar dalam menjalankan bisnisnya, namun Nycta mengaku tetap menemui tantangan. Apalagi saat memasarkan di jalur online yang kerap membuatnya harus lebih meyakinkan calon pembeli bahwa produk yang dijualnya bagus dan berkualitas.
(est)