LANGIT7.ID, Jakarta - Perpustakaan tak harus memiliki suasana yang kaku dan bikin jenuh. Suasana perpustakaan lawas seperti itu tak lagi ditemui dalam perpustakaan umum di lingkungan urban modern. Atmosfernya berbeda.
Perpustakaan berdesain urban modern membuat pengunjung merasa betah, ceria, dan tidak cepat bosan. Interior bergaya kontemporer bermain-main dengan warna, terang, dan minimalis. Kemudian, ditambah dengan koleksi buku lengkap.
Nah, berikut ini 5 perpustakaan di Jakarta yang bisa bikin nyaman saat membaca buku:
1. Erasmus Huis
![Nyaman Buat Kerja dan Santai, Ini 5 Perpustakaan Keren di Jakarta]()
Eramus Huis merupakan perpustakaan yang nyaman untuk membaca dan bekerja. Apalagi, banyak majalah Indonesia yang masih
up date.
Perpustakaan ini terletak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Institusi ini bergabung dengan kompleks Kedutaan Besar Kerajaan Belanda.
Eramus Huis dibuka kembali sejak November 2018 setelah direnovasi. Kini, interior didominasi warna putih dengan berbagai furnitur yang ekletik. Dengan konsep open space, salah satu bagian dari perpustakaan ini bisa dimanfaatkan untuk acara diskusi atau pun seminar.
Ada 15 ribu judul buku terbitan Indonesia dan Belanda di sini, mulai dari buku kateogori sastra, linguistik, sejarah, politik, sosial, seni, budaya, anak, hingga kamus. Ada juga surat kabar dari Indonesia maupun Belanda.
2. Freedom Library
![Nyaman Buat Kerja dan Santai, Ini 5 Perpustakaan Keren di Jakarta]()
Freedom Library terletak di Wisma Bakrie 1, Setiabudi. Koleksi bukunya lengkap, berbahasa Indonesia dan Inggris. Suasana makin nyaman karena hening serta tersedia Wi-Fi.
Perpustakaan ini sempat berdiri di Jalan Proklamasi, di seberang Tugu Proklamasi. Tapi, perpustakaan itu tutup pada 2015 karena gedungnya dijual.
Freedom Library kembali dibuka pada 2017. Perpustakaan itu tetap hadir dengan desain interior tak jauh berbeda dibandingkan bangunan lama. Warna kecokelatan dan atmosfer hangat serta sentuhan industrial.
Ada ribuan koleksi di perpustakaan ini, mulai dari bidang humaniora (filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, dan seni), sosial, ekonomi, agama, hingga hubungan internasional.
Ada juga jurnal-jurnal lokal maupun intenrasional, dan koran. Ada pula layanan fotokopi dan akses internet gratis. Suasana makin nyaman dengan adanya sofa-sofa empuk dan embusan hawa sejuk dari pendingin ruangan.
3. Omah Library![Nyaman Buat Kerja dan Santai, Ini 5 Perpustakaan Keren di Jakarta]()
Perpustakaan ini berfokus pada buku-buku arstektur. Gedung itu didirikan oleh arsitek bernama Realrich Siarief. Dia berusaha menciptakan ruang diskusi bagi komunitas arsitek.
Perpustakaan itu juga menerbitkan beberapa buku yang hanya bisa didapatkan di Omah Library. Meskipun koleksi buku mayoritas tema arsitek, tapi masih ada ragam koleksi yang bisa diemui.
Perpustakaan ini terletak di Taman Villa Meruya, perbatasan Jakarta dan Tangerang.
4. Perpustakaan NasionalSiapa yang tak tahu Perpustakaan Nasional? Perpustakaan ini luas dan lengkap. Perpustakaan sempat heboh pada 2017 lalu setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Sebelum direnovasi, perpustakaan hanya memiliki 3 lantai, lalu direnovasi selama 2,5 tahun. Sekarang, perpustakaan itu memiliki 27 lantai.
Perpurnas berdiri di lahan seluas 11,975 meter persegi dan bangunan seluas 50,917 meter persegi. Perawakannya tampak megah dan menjulang di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
Gedung setinggi 126,3 meter itu juga didesain dengan konsep green building dan konsumsi energi sebanyak 150 kWh/mm2 per tahun.
Koleksi buku diperpustakaan itu tidak hanya buku fisik. Ada pula buku digital. Ada banyak buku langka, manuskrip Nusantara, foto, peta, hingga lukisan. Ada juga koleksi yang berbentuk monograf, rekaman suara, film, hingga bentuk mikro.
5. Perpustakaan Kemendikbud-RistekKementerian Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendukbud-Ristek) juga memiliki perpustakaan yang keren. Perpustakaan ini berdiri pada 29 November 2004.
Ada 200 ribu judul buku dalam berbagai bentuk yakni buku, buku digital, audio visual, majalah, koran, jurnal, hingga jurnal elektronik.
Bukan cuma ruang baca, perpustakaan yang terdiri 2 lantai itu mempunya fasilitas keren lain. Mulai dari ruang kelas, ruang diskusi-serba guna, ruang koleksi anak, ruang audio visual, teater mini, hingga layanan fotokopi dan internet gratis.
(jqf)