LANGIT7.ID-, Jakarta - - Digitalisasi pendidikan yang merupakan salah satu agenda dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan sebuah platform literasi, berisi berbagai konten literasi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan remaja dalam bentuk buku digital, audio, video, serta film animasi berbasis budaya lokal.
Aplikasi tersebut bernama Tripper, yang dikembangkan oleh PT Dua Surya Dinamika yaitu platform hiburan dalam pesawat yang saat ini telah tersedia bagi penumpang maskapai.
"Tripper bukanlah aplikasi milik Badan Bahasa, tetapi milik perusahaan yang bekerja sama dengan kami. Mereka juga mengembangkan aplikasi PASFLIX yang memuat produk-produk Badan Bahasa, seperti buku digital dan film animasi. Aplikasi ini bisa diakses melalui sistem hiburan Pelita Air dan maskapai di bawah Lion Group," ujar perwakilan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Devi melalui keterangan tertulis.
Baca juga: Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Program Hasil Terbaik Cepat, Pada Peringatan HardiknasKonten-konten edukatif dari Badan Bahasa yang ditayangkan dalam aplikasi-aplikasi tersebut, merupakan bagian dari program prioritas nasional. Yaitu:
1. Pengembangan Literasi.
Dalam mendukung peningkatan budaya baca, Badan Bahasa mengembangkan platform BUDI (Buku Digital Indonesia) yang berisi berbagai bahan bacaan dari jenjang PAUD hingga umum. Buku-buku dalam BUDI tersedia dalam berbagai format, termasuk teks digital, audio book untuk penyandang disabilitas, video edukatif, serta versi braille (blayet) untuk kebutuhan khusus.
Platform ini tidak hanya menyediakan akses bahan bacaan bermutu, tetapi juga menjadi medium inklusif yang memastikan bahwa siapa pun, tanpa terkecuali, dapat mengakses ilmu pengetahuan.
2. Revitalisasi Bahasa Daerah.
Melalui laman Penjaring (Penerjemah Daring), Badan Bahasa mendorong pelestarian bahasa dan sastra daerah dengan menerjemahkan karya-karya lokal ke dalam Bahasa Indonesia agar dapat dinikmati lebih luas. Selain itu, cerita-cerita rakyat dari berbagai daerah diangkat dan dialihwahanakan ke dalam film animasi untuk menarik minat anak-anak.
Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya yang menyenangkan dan modern.
3. Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).
Program ini menyediakan layanan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing melalui laman BIPA Daring, yang menyajikan materi ajar berbasis digital yang bisa diakses oleh pelajar, mahasiswa, dan profesional dari seluruh dunia.
Hingga saat ini, program BIPA telah menjangkau 56 negara, memperkuat posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa regional yang semakin diminati secara global.
4. Program Khusus: Mudik Asyik Baca Buku.
Kerja sama dengan Tripper juga dimanfaatkan dalam momen mudik Lebaran 2025. Melalui program "Mudik Asyik Baca Buku", konten literasi dari Badan Bahasa dihadirkan selama perjalanan udara. Penumpang, khususnya anak-anak, dapat menikmati cerita rakyat dalam bentuk animasi dan membaca buku digital melalui aplikasi Tripper.
Menurut data awal, sejak dimulainya kerja sama ini, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pengunduh aplikasi serta penayangan konten. Segmentasi anak-anak menjadi sasaran utama, mengingat pentingnya pembentukan literasi sejak usia dini.
Dengan kolaborasi ini, Badan Bahasa menunjukkan bahwa kemitraan antara pemerintah dan swasta dapat menghasilkan dampak nyata terhadap perluasan akses literasi dan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem pembelajaran digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
(lsi)