LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal guna menghindari kemacetan. Puncak arus mudik diprediksi pada 28-29 April 2022.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, mengatakan waktu delapan hari menuju Lebaran 2022 yang masih panjang bisa digunakan sebagai waktu berangkat mudik. Guna meminimalisir beban arus kemacetan ketika mendekati Lebaran.
"Jangan ramai-ramai mengambil mudiknya pada puncak mudik," kata Muhadjir usai melaksanakan rapat koordinasi persiapan Mudik di Kantor Jasa Marga Pasteur, Kota Bandung, Ahad (24/4/2022).
Baca Juga: Jelang Arus Mudik, Waspadai Titik Rawan Macet di Tol JagorawiMaka dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih dini melakukan mudik guna mengindari puncak arus mudik. Sehingga kemacetan dapat diminimalisasi.
Dia pun juga mengimbau kepada mayarakat untuk menyiapkan seluruh aspek sebaik-baiknya sebelum melakukan mudik, termasuk dalam berperilaku baik dalam perjalanan maupun di tempat tujuan.
Para pemudik, kata dia, jangan membawa oleh-oleh virus Covid-19 ke tempat tujuan mudik. Karena itu, masyarakat perlu memenuhi vaksinasi dosis ketiga sebelum berangkat mudik.
Baca Juga: 10 Tips Polri untuk Mudik Aman, Sehat dan Bahagia"Sekarang masih dibuka sangat lebar di gerai-gerai, setelah tarawih, yang mau mudik belum booster segeralah vaksin, supaya mudik selamat, mudiknya jadi gembira," ujarnya
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dirinya telah memnta kepada para perusahaan untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pegawainya lebih awal.
Karena menurut dia, jika THR diberikan lebih awal, maka masyarakat akan memilih mudik lebih awal. Dengan begitu kemacetan arus mudik saat puncanya dapat diminimalisasi.
"Kalau THR diberikan lebih awal, mereka juga akan pulang lebih awal, Jawa Barat memang buruhnya sangat banyak karena pabriknya sangat banyak," tuturnya.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2022, Ini Persiapan Arus Mudik di PanturaSumber: Antara(zhd)