Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

7 Tips Ketua MUI Agar Mudik Aman dan Bernilai Ibadah

fajar adhitya Ahad, 24 April 2022 - 12:00 WIB
7 Tips Ketua MUI Agar Mudik Aman dan Bernilai Ibadah
Ilustrasi. Foto: Langit7.id.
LANGIT7.ID, Jakarta - Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah/2022 Masehi tinggal menghitung hari. Mudik merupakan tradisi selama lebaran Ramadhan untuk bersilaturahim kepada sanak saudara di kampung halaman.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Jeje Zaenudin memberikan tips mudik aman, sehat, menyenangkan, dan bahagia sehingga bernilai ibadah. Selama masa perjalanan mudik atau safar, kaum muslimin tetap wajib menjaga tuntunan agama dalam menunaikan ibadah dan muamalah yang baik dan benar.

“Terutama kewajiban menunaikan puasa selama ia kuat, sehat, dan mampu, menunaikan shalat, berdzkir dan berdoa di perjalanan,” kata KH Jeje saat berbincang dengan Langit7.id baru-baru ini.

Baca Juga: Kendaraan Melintas di Tol Transjawa Masih Sepi pada H-9 Lebaran

Selain itu, Waketum PP Persis ini juga mengimbau pemudik menjaga hak-hak perjalanan pemudik yang lain. Misalnya saling tolong-menolong dan tidak membuat kerusakan fasilitas umum yang disiapkan bagi para pemudik.

Dilansir laman MUI, pimpinan MUI Jawa Barat juga memberikan tips mudik agar bernilai ibadah. Ia mengimbau pemudik menerapkan nilai-nilai Ramadhan selama di perjalanan, saat di kampung halaman, dan saat kembali ke perantauan.

“Puasa Ramadhan mengajarkan kesabaran sehingga harus dipraktikkan saat mudik seperti tidak meluapkan kemarahannya saat di jalan raya. Harus sabar dan menghormati orang lain saat terjadi kemacetan,” kata Sekretaris Umum MUI Jabar KH Rafani Achyar.

Hal lainnya adalah mempraktikan nilai-nilai Ramadhan saat berada di kampung halaman dengan tidak bersikap sombong atau merasa paling benar dan paling hebat sebagai orang kota.

Baca Juga: Hindari Kemacetan, Pemerintah Imbau Masyarakat Mudik Lebih Awal

“Kalau istilah Sunda ulah polontong. Tetap lah bersikap rendah hati dan saling menghargai masyarakat kampung sesuai dengan makna silaturahmi,” katanya.

Menurut Kiai Rafani, tujuan mudik adalah bersilaturahmi kepada keluarga dan sanak saudara yang telah lama tidak bertemu. Niat silaturahmi ini harus benar dan jangan berbelok menjadi pamer harta, pamer keberhasilan di kota atau flexing.

Menurut penjelasan kedua ulama MUI di atas, berikut tips mudik yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bernilai pahala:

1. Menjaga puasa dan shalat lima waktu selama perjalanan mudik

2. Memperbanyak dizkir selama di perjalanan

3. Sabar ketika menemui masalah di jalan, misalnya kemacetan

4. Saling tolong menolong kepada sesama

5. Menjaga fasilitas umum

6. Senantiasa rendah hati kepada saudara di kampung halaman, dan

7. Tidak sombong, apalagi pamer harta.

Baca Juga: Tadabur Al-Quran Warnai Perjalanan Umrah Ramadhan Bersama UBN

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)