LANGIT7.ID - Akhdiyat Duta Modjo alias Duta Sheila on 7 merupakan keturunan salah satu pahlawan Nasional. Kendati merupakan musisi papan atas, Duta dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan
low profile.
Belakangan nama kharisma Duta yang begitu baik, ramai diperbincangkan warganet. Da'i pemerhati sejarah dan kebudayaan asal Jogja Ustadz Salim A Fillah, menyebut kharisma Duta sebagaimana kharisma kakeknya, Kiai Mojo
“Sebagaimana pula Eyang-nya Mas Duta yang Pahlawan Nasional penuh kharisma, tahu kan siapa? Yap. Kiai Modjo, yang Mas Duta juga masih menyandang nama beliau sebagai marganya,” tulis Ustadz Salim A Fillah di akun facebook-nya, Senin (25/4/2022).
Duta merupakan sulung dari dua bersaudara anak dari Dr Ir Hakam S Modjo. Dia lahir di Kentucky, Amerika Serikat pada 30 April 1980. Sang ayah memiliki garis keturunan yang tersambung hingga ke Kiai Modjo.
Kiai Modjo bernama lengkap Muslim Mochammad Khalifah atau yang juga dikenal Kiai Madja lahir di Solo, Jawa Tengah pada 1792. Dia adalah alim ulama penasihat Pangeran Diponegoro. Dia juga seorang panglima selama selama perang Jawa.
Baca Juga: KH Mas Mansyur: Pahlawan Nasional Muhammadiyah, Tumbuh dalam Tradisi Keilmuan Nahdliyin
Kiai Modjo merupakan keturunan bangsawan. Sang ayah, Imam Abdul Ngarib, merupakan ulama besar yang dikenal dengan nama Kiai Baderan, yang merupakan keturunan keluarga Keraton Surakarta. Sang Ibu, RA Mursilah, merupakan saudara perempuan Sultan Hamengkubuwana III.
Secara garis keluarga, Kiai Modjo dan Pangeran Diponegoro memiliki ikatan kekerabatan. Pangeran Diponegoro merupakan putra sulung Sultan Hamengkubuwana III dari istri selir. Ini berarti Pangeran Diponegoro adalah saudara sepupu Kiai Modjo.
Keduanya Hidup di luar istana sejak kecil. Hubungan keduanya makin erat ketika Kiai Modjo menikahi janda Pangeran Mangkubumi, paman Diponegoro.
Hari demi hari, hubungan Kiai dan Pangeran Diponegoro semakin erat. Terutama setelah Kiai Modjo pulang dari Mekkah. Dia melanjutkan peran sang ayah mengelola pesantren di desanya yang memiliki banyak santri.
Setelah itu, Kiai Modjo ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Gua Selarong (terletak di Pajangan, Bantul, Yogyakarta) untuk menjalankan siasat gerilya melawan Belanda.
Mulai dari situ, kisah kebersamaan Kiai Modjo dan Pangeran Diponegoro terus berlanjut. Keduanya terlibat dalam banyak pertempuran secara bersama-sama.
Baca Juga: Indonesia Merdeka dengan Jihad Para Ulama dan Ahli Ilmu
Hingga pada akhirnya Kiai Modjo ditangkap pada 1828. Dia meminta agar para pengikutnya dibebaskan, dan menerima keputusan apapun dari Belanda terhadap dirinya.
Belanda menerima permintaan itu. Tapi Kiai Modjo dan tokoh berpengaruh lain tetap ditahan, dan sebagian besar pengikutnya dibebaskan. Baru pada 17 November 1828, mereka dikirim ke Batavia lalu diputuskan diasingkan ke Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.
Kiai Modjo wafat pada 20 Desember 1849 saat berusia 57 tahun. Nah, itulah garis keturunan dan kakek buyut Duta Sheila on 7. Duta merupakan keturunan seorang ulama besar dan pejuang yang sangat berpengaruh pada masanya.
(jqf)