LANGIT7.ID - , Jakarta - Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Tidaklah orang yang tawadhu, yang rendah hati benar-benar semata-mata karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya."
Mengapa Rasullah bersabda demikian, karena kata pendakwah Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym ada orang yang melakukan rendah hati pura-pura. Mereka merendah tapi untuk mengangkat dirinya.
Jadi ada orang yang rendah hati itu agar untuk dipuji hingga dikagumi orang lain.
Baca juga: Sujud Syukur Pemain Timnas Cerminkan Sikap Tawadhu dan DakwahAa Gym menambahkan orang-orang yang seperti ini tidak akan mulia, karena ia tidak menikmati ketawadhu'an. Jadi terkadang ia ramah terhadap seseorang jika ada kamera, tetapi jika tidak ada kamera maka sifatnya akan berubah.
"Orang yang benar-benar menikmati ketawadhuan adalah orang yang memang tawadhu'nya itu karena Allah. Salah satu orang yang bertawadhu karena Allah yakni Rasulullah SAW," ujar Aagym dikutip dari kanal YouTube Aagym Official, Selasa (26/4/2022).
Lantas, apa saja sifat tawadhu Rasulullah SAW yang patut dipelajari?
Menurut dia, Rasulullah SAW sangat rendah hati, walaupun puncaknya kemuliaan karena beliau merasa semua yang beliau miliki adalah milik Allah SWT.
"Nah, kunci ketawadhuan ini yang harus kita miliki bahwa kita tuh tidak memiliki apa-apa bahkan badan ini bukan punya kita jadi kalau orang yang memuji kita sebetulnya itu yang mereka puji adalah milik Allah," katanya.
Selanjutnya, Rasulullah SAW tidak membeda-bedakan yang miskin dan yang kaya. Karena, orang kaya itu adalah hamba Allah dan orang miskin juga demikian.
"Saya pernah bertemu ulama besar di Mesir dan beliau yang sendiri melayani kami, ia ke dapur mengambil teh, makanan dan lainnya untuk dihidangkan kepada kami sebagai tamunya. Tradisi memuliakan tamu dengan tangan sendiri ini adalah contoh ketawadhuan Rasulullah SAW," ucapnya.
Baca juga: 3 Pesan Habib Luthfi untuk Santri, Paling Penting Harus Tawadhu di Depan GuruKemudian, Rasulullah SAW tidak pernah sungkan untuk bergaul dengan kaum-maum dhuafa. Dan ketika ada yang memanggilnya, beliau akan datang lalu menanyakan ada yang bisa dibantu.
Jika orang tersebut memiliki keterbatasan mental, Rasulullah tetap akan menghampirinya dan mendengarkan ocehan mereka.
Berikutnya, Rasulullah SAW tak sungkan membersihkan dan melakukan pekerjaan rumahnya sendiri.
"Sebetulnya ini merupakan hal normal yang kita sering lakukan, akan tetapi bedanya setelah kita melakukannya biasanya tuh pasti akan memposting di sosial media. Agar dilihat oleh semua orang dan orang akan menganggap kita tawadhu," tutur Aagym.
Selanjutnya, ada lagi sifat tawadhu Rasulullah, jika jalan ia tidak ingin diiring-iringi sama orang. Ada kalanya para sahabat mendahuluinya dan Nabi SAW bersikap biasa saja.
"Begitulah tawadhunya, dan jika ingin minum, ia tawarkan kepada yang lain terlebih dahulu, beliau tidak sungkan membagi makanan dan lainnya. Inilah beberapa hal kecil tentang ketawadhuan Rasulullah SAW," pungkas Aagym.
Baca juga: Gus Kikin: Ulama Tawadhu, Pengusaha dan Pemilik Stasiun Televisi(est)