Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home masjid detail berita

Ini Sifat Tawadhu Rasulullah yang Patut Diteladani

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 27 April 2022 - 15:02 WIB
Ini Sifat Tawadhu Rasulullah yang Patut Diteladani
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Tidaklah orang yang tawadhu, yang rendah hati benar-benar semata-mata karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya."

Mengapa Rasullah bersabda demikian, karena kata pendakwah Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym ada orang yang melakukan rendah hati pura-pura. Mereka merendah tapi untuk mengangkat dirinya.

Jadi ada orang yang rendah hati itu agar untuk dipuji hingga dikagumi orang lain.

Baca juga: Sujud Syukur Pemain Timnas Cerminkan Sikap Tawadhu dan Dakwah

Aa Gym menambahkan orang-orang yang seperti ini tidak akan mulia, karena ia tidak menikmati ketawadhu'an. Jadi terkadang ia ramah terhadap seseorang jika ada kamera, tetapi jika tidak ada kamera maka sifatnya akan berubah.

"Orang yang benar-benar menikmati ketawadhuan adalah orang yang memang tawadhu'nya itu karena Allah. Salah satu orang yang bertawadhu karena Allah yakni Rasulullah SAW," ujar Aagym dikutip dari kanal YouTube Aagym Official, Selasa (26/4/2022).

Lantas, apa saja sifat tawadhu Rasulullah SAW yang patut dipelajari?

Menurut dia, Rasulullah SAW sangat rendah hati, walaupun puncaknya kemuliaan karena beliau merasa semua yang beliau miliki adalah milik Allah SWT.

"Nah, kunci ketawadhuan ini yang harus kita miliki bahwa kita tuh tidak memiliki apa-apa bahkan badan ini bukan punya kita jadi kalau orang yang memuji kita sebetulnya itu yang mereka puji adalah milik Allah," katanya.

Selanjutnya, Rasulullah SAW tidak membeda-bedakan yang miskin dan yang kaya. Karena, orang kaya itu adalah hamba Allah dan orang miskin juga demikian.

"Saya pernah bertemu ulama besar di Mesir dan beliau yang sendiri melayani kami, ia ke dapur mengambil teh, makanan dan lainnya untuk dihidangkan kepada kami sebagai tamunya. Tradisi memuliakan tamu dengan tangan sendiri ini adalah contoh ketawadhuan Rasulullah SAW," ucapnya.

Baca juga: 3 Pesan Habib Luthfi untuk Santri, Paling Penting Harus Tawadhu di Depan Guru

Kemudian, Rasulullah SAW tidak pernah sungkan untuk bergaul dengan kaum-maum dhuafa. Dan ketika ada yang memanggilnya, beliau akan datang lalu menanyakan ada yang bisa dibantu.

Jika orang tersebut memiliki keterbatasan mental, Rasulullah tetap akan menghampirinya dan mendengarkan ocehan mereka.

Berikutnya, Rasulullah SAW tak sungkan membersihkan dan melakukan pekerjaan rumahnya sendiri.

"Sebetulnya ini merupakan hal normal yang kita sering lakukan, akan tetapi bedanya setelah kita melakukannya biasanya tuh pasti akan memposting di sosial media. Agar dilihat oleh semua orang dan orang akan menganggap kita tawadhu," tutur Aagym.

Selanjutnya, ada lagi sifat tawadhu Rasulullah, jika jalan ia tidak ingin diiring-iringi sama orang. Ada kalanya para sahabat mendahuluinya dan Nabi SAW bersikap biasa saja.

"Begitulah tawadhunya, dan jika ingin minum, ia tawarkan kepada yang lain terlebih dahulu, beliau tidak sungkan membagi makanan dan lainnya. Inilah beberapa hal kecil tentang ketawadhuan Rasulullah SAW," pungkas Aagym.

Baca juga: Gus Kikin: Ulama Tawadhu, Pengusaha dan Pemilik Stasiun Televisi

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)