LANGIT7.ID, Jakarta - Jumlah penduduk Indonesia yang menerima dua dosis
vaksin Covid-19 baru 9,75 persen dari total target 208,2 juta orang. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada 993.000 penyuntikan terbaru dalam 24 jam terakhir.
Hingga saat ini total 67,3 juta dosis telah diberikan sejak program vaksinasi bergulir pada Januari 2021. Sebanyak 47 juta merupakan dosis pertama dan 20,3 juta sisanya dosis kedua
Dalam program vaksinasi nasional pemerintah menargetkan satu 1 juta dosis vaksi per hari. Kebijakan tersebut digagas guna mempercepat pencapaian kekebalan komunitas (
herd immunity). Hanya saja, fakta di lapangan kurang berjalan optimal sehingga target yang dicanangkan belum mampu dicapai secara konsisten. Selama Juli 2021, Indonesia hanya mampu delapan kali mencapai target tersebut.
Ketua Komite Penanganan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu kendala, yakni jumlah stok vaksin yang tersedia pada bulan ini tidak sebanding dengan jumlah yang dibutuhkan. Indonesia, kata dia, hanya memiliki stok vaksin sekitar 30 juta dosis pada Juli 2021.
"Oleh karena itu pada Juli ini terasa
supply dan
demand tidak seimbang.
Demand lebih besar," kata Airlangga melalui diskusi virtual dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jumat (30/7/2021).
Airlangga menuturkan, suplai vaksin akan bertambah sekitar 43 juta dosis pada Agustus mendatang yang rencananya juga akan didistribusikan ke provinsi-provinsi di luar Pulau Jawa. Sejumlah daerah melaporkan stok vaksin habis sehingga harus menghentikan sementara penyuntikan vaksin dosis pertama.
"Di luar Jawa beberapa wilayah rata-rata (vaksinasinya) baru 20 persen bahkan di bawah, kecuali
Kepulauan Riau yang sudah sekitar 60 persen," ujarnya. (Sumber:
Anadolu Agency)
(asf)